Ilustrasi konvoi mobil pasukan perdamaian PBB di Suriah.

Jakarta - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PPP Husnan Bey Fananie (Wasekjen PPP) mendesak pemerintah mempertanyakan bukti-bukti kesalahan Suriah sehingga membuat Amerika Serikat berencana menyerang negara itu.

Diketahui Presiden AS Barack Obama sudah memberikan peringatan, kalau Suriah terbukti menggunakan senjata kimia menyerang kelompok oposisi, maka AS akan segera menyerang Suriah. Apalagi persiapan sudah disampaikan PM Inggris David Cameron, bahwa armada kapal perang AS saat ini sudah berada berada di perairan Lebanon.

"Saya sebagai anggota Komisi I DPR RI meminta pemerintah RI meminta bukti-bukti riil yang dikeluarkan PBB, ada tidaknya bukti dipergunakan senjata kimia oleh tentara Suriah untuk menyerang warganya itu," tegas Fananie di Jakarta, Senin (26/8).

Kalau sekedar hanya isu, kata dia, itu bisa saja permainan orang-orang yang disusupkan oleh AS ke Suriah.

Dia melanjutkan bahwa sebenarnya persoalan Suriah adalah persoalan dalam negeri mereka sendiri yakni perang saudara. Sehingga kalau ada penyerangan oleh tentara asing, maka persoalannya menjadi lain dan akan menjadi masalah besar.

"Dan itu sama saja aneksasi, atau penyerangan negera lain atas negara Suriah," ujarnya.

Karena itu, Politisi PPP itu meminta Pemerintah RI untuk segera mengirim kawat atau meminta Sekjen PBB di New York, untuk segera mengirim khusus PBB ke Suriah. Hal itu diperlukan demi memperjelas senjata apa saja yang digunakan Suriah dalam peperangan itu.

Di luar itu, dia juga berharap Pemerintah RI, melalui Kemenlu, segera memberikan satu wacana pada Pemerintah AS, bahwa bila AS menyerang Suriah, maka negera itu bisa dianggap menyalahi perjanjian PBB. Yakni terkait intervensi ke sebuah negara yang tidak dalam posisi menyerang negara lain.

"Saya juga mendesak Pemerintah RI segera meminta Pemerintah Suriah, untuk memberikan statemen terkait dugaan penggunaan senjata kimia tersebut," tandas dia.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/YUD