Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri KTT ke 23 ASEAN di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Rabu (9/10).

Bandar Seri Begawan - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan kepada pemimpin negara-negara Asia Tenggara tentang pentingnya membangun --antara ASEAN dan para mitra dialognya-- suatu kerangka kerja sama berorientasi kerakyatan, saling menguntungkan, dan adil sehingga dapat meningkatkan kualitas masyarakat di kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Presiden SBY pada KTT Asean ke-23 yang digelar di Muskarah Hall, International Convention Center (ICC) Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Rabu (9/10).

“Posisi Indonesia jelas. Bapak Presiden menyampaikan, kerangka kerja sama ASEAN harus people-oriented atau people-centered. Kerja sama ASEAN harus menekankan pada manusia atau masyarakat ASEAN sebagai target kerangka kerja sama kawasan," kata Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah di Bandar Seri Begawan, Rabu (9/10) petang.

Para pemimpin ASEAN yang hadir adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menjabat sebagai ketua ASEAN pada 2012, Perdana Menteri Kerajaan Kamboja Samdech Hun Sen, Perdana Menteri Republik Demokratik Laos Thongsing Thammavong, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, dan Presiden Republik Persatuan Myanmar Thein Sein. Selain itu, Presiden Republik Filipina Benigno Aquino III, Perdana Menteri Republik Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra, Perdana Menteri Republik Sosialis Vietnam, Sekjen PBB Ban Ki-moon, dan Sekjen Asean Le Luong Minh.

Mengutip ucapan Kepala Negara, Firmanzah menyatakan terobosan itu harus dilakukan agar kualitas hidup masyarakat ASEAN makin sejahtera.

“Bentuk kerja sama juga harus bersifat saling menguntungkan dan adil. Hal ini juga yang diperjuangkan Indonesia pada KTT APEC 2013 di Bali,” kata Firmanzah.

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) itu menyatakan posisi Indonesia sangat jelas pada KTT ASEAN ke-23, yakni mendukung peningkatan konektivitas, seperti konektivitas fisik, sosial budaya, regulasi, dan hubungan antarwarga. “Kita harus bekerja sama untuk memperkuat konektivitas melalui pembangunan infrastruktur dan promosi investasi infrastruktur,” kata Firmanzah.

KTT ASEAN ke-23 menarik minat banyak pemimpin negara maju untuk melakukan kerja sama dengan ASEAN. Pemimpin negara-negara mitra dialog ASEAN yaitu, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Li Keqiang, Perdana Menteri India Manmohan Singh, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Republik Korea Park Guen-hye, Perdana Menteri Selandia Baru John Key, Menteri Luar Negeri AS John Kerry, dan Menteri Luar Negeri Federasi Rusia Sergey Lavrov.

Investor Daily

Penulis: Nov/NAD

Sumber:Investor Daily