Ilustrasi aktivitas penyadapan

Jakarta - Pemerintah Australia tidak membantah melakukan penyadapan terhadap pemerintah Indonesia. Namun negara itu juga belum mengakui melakukan penyadapan.

"Mereka sudah melakukan klarifikasi. Mereka tidak membantah, tetapi juga tidak mengakui," kata juru bicara presiden Julian A Pasha di bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (6/11) pagi.

Ia menjelaskan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalagawa sudah memanggil Duta Besar Australia di Indonesia. Menlu juga telah melaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait klarifikasi yang dilakukan.

Atas kejadian itu, Presiden SBY menyatakan ketidaksenangannya. Presiden meminta agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali. Presiden juga meminta Australia agar menjaga hubungan baik dan saling percaya kedua negara.

"Bapak Presiden minta supaya jangan terulang kembali. Hubungan yang dibangun atas rasa trust (saling percaya) harus dijaga," tutur Julian.

Suara Pembaruan

Penulis: R-14/NAD

Sumber:Suara Pembaruan