William Potts

Miami - Seorang mantan militan warga Amerika Serikat yang membajak pesawat tujuan Kuba sekitar 30 tahun lalu pulang ke negaranya Rabu (6/11) waktu setempat dan langsung ditahan FBI dengan tuduhan pembajakan.

William Potts, yang juga dikenal dengan beberapa nama samaran seperti William Freeman dan Lieutenant Spartacus, ditangkap di Bandara Internasional Miami, kata jaksa Wifredo Ferrer.

Potts dijadwalkan disidang Kamis ini dan terancam hukuman 20 tahun penjara jika terbukti bersalah membajak pesawat Piedmont Airlines menuju Havana pada 1984, kata jaksa itu.

Menurut dakwaan, pesawat ketika itu berangkat dari New York dan dia lalu menyerahkan catatan ke pramugari yang menyebutkan dia telah memasang bom di dalam pesawat dan menuntut mendarat di Havana.

Potts mengira dia akan disambut di Kuba, namun justru ditangkap dan divonis melakukan pembajakan. Setelah menjalani hukuman 13 tahun penjara di Kuba, dia menetap di sana, menikah dan menjadi ayah dua putri yang tinggal di Amerika sejak 2012.

"Saya sangat ingin pulang, kejadian ini sudah terlalu lama. Saya ingin jalan keluar yang adil," kata Potts, 56, menjelang penerbangannya dari Bandara Internasional Jose Marti International Airport di Havana.

Dia menyampaikan harapannya bahwa Amerika akan mempertimbangkan masa hukuman yang telah dia lewati di Kuba.

"Saya melakukan tindak pidana, lalu menebusnya, begitulah," ujarnya.

Dia dianggap sebagai salah satu dari beberapa anggota terakhir kelompok militan Black Panthers, yang kerap membajak pesawat dan masih hidup di Kuba.

Yang lain sudah kembali untuk disidang atau meninggal. Kuba secara teratur memulangkan buronan Amerika sejak 2006, namun menurut Washington puluhan buronan masih tinggal di sana.

Sebelum ini, Potts beberapa kali mencoba pulang. Pada 2009 dia memohon ampunan dari Presiden Barack Obama.

AS dan Kuba tidak memiliki hubungan diplomatik namun mereka menempatkan kantor perwakilan masing-masing untuk kepentingan lain di kedua ibukota.

Penulis: Heru Andriyanto/HA

Sumber:Reuters