Pria Ini Beli Mobil Mewah Pakai Bitcoin

Mobil Tesla yang dibeli dengan Bitcoin. (cnnmoney/istimewa)

Oleh: Yuliantino Situmorang / YS | Minggu, 8 Desember 2013 | 02:07 WIB

California – Penggunaan mata uang digital, Bitcoin, sekarang makin bertumbuh. Tidak hanya bisa digunakan untuk membeli makanan ringan atau karya seni, ternyata sudah bisa digunakan untuk membeli mobil mewah.
Seperti yang baru saja terjadi di Newport Beach, California, Amerika Serikat.

Seorang warga Florida yang meminta namanya dirahasiakan, membeli mobil mewah, Tesla, untuk model paling mahal yakni Tesla Model S, seharga US$ 103.000 atau sekitar Rp 1,13 miliar dengan menggunakan 91,4 Bitcoin di dealer Lamborghini di Newport Beach, Selasa (3/12) lalu. Itu untuk pertama kalinya, dealer tersebut menerima pembayaran dengan Bitcoin.

Berdasarakan catatan CNNMoney, Bitcoin merupakan mata uang digital yang diperkenalkan di dunia pertama kali pada 2009 oleh seorang tak dikenal yang menggunakan nama alias Satoshi Nakamoto. Dalam transaksi Bitcoin, tidak menggunakan perantara, atau tanpa bank! Selain itu, tidak ada komisi atau biaya administrasi untuk tiap transaksi. Setiap pembeli juga tidak perlu memberikan nama asli.

Saat ini, sudah banyak merchant yang menerima transaksi Bitcoin. Dengan mata uang digital ini, Anda dapat membeli pizza, biaya memasang website, hingga barang-barang lainnya.

Bitcoin juga dinilai sebagai transaksi yang sederhana dan murah, karena pembayaran tidak terikat pada negara tertentu dan tanpa regulasi. Pelaku usaha mikro sangat menyukai transaksi seperti ini karena tidak ada biaya kartu kredit. Sejumlah orang hanya membeli bitcoin sebagai investasi, dan berharap nilainya bisa meningkat dalam waktu tertentu.

“Benar. Sebuah mata uang elektronik memang sudah digunakan untuk membeli sebuah mobil fully electric," demikian pernyataan dealer tersebut lewat blog-nya.

Cedric Davy, Direktur Marketing Dealer itu menjelaskan, penjualan terjadi setelah pada Senin seorang pria menelepon dealer dan menanyakan apakah ia bisa membeli Tesla dengan menggunakan Bitcoin? Soalnya, pria itu mengaku pernah ditolak oleh penjual lain.

“Kami memang pernah mendengar tentang (Bitcoin) itu, sebab kami tidak terlalu mengenalnya. Makanya, kami langsung berupaya menanganinya dan mengusahakan bagaimana bisa dikonversi ke dolar AS,” ujar Davy.

Setelah memeriksa semua data legal dan pencarian yang pasti soal uang digital itu, pihak dealer akhirnya menerima pembayaran Bitcoin itu lewat prosesor pembaaran BitPay.

Nilai Bitcoin memang berubah-ubah. Waktu transaksi memang mengacu pada waktu pembeli. Beberapa hari setelah pembelian, yakni pada Jumat (6/12) nilainya memang turun tajam.

Tetapi, pihak dealer tidak terlalu khawatir atas risiko nilai mata uang digital yang selalu berubah itu. Saat transaksi, nilai BitPay ditutup pada Selasa (3/12) sesuai dengan nilai pembelian dan disepakati oleh pembeli dan pihak dealer.

“Kami bukan pelaku bisnis spekulatif. Jadi, hari itu, kami menjualnya sesuai harga mobil tersebut,” kata Davy.

Setelah melakukan transaksi penjualan dengan Bitcoin, ternyata dealer tersebut dikunjungi banyak pembeli. Mereka ingin melakukan transaksi serupa. Sekitar 10 calon pembeli berniat menelepon dealer tersebut dan berniat membeli mobil menggunakan Bitcoin.

“Semua penelepon memiliki Bitcoin. Saya rasa, mereka selama ini berusaha untuk menggunakannya,” kata dia.

 


Sumber: cnnmoney
ARTIKEL TERKAIT