Greenpeace menggelar aksi lingkungan di depan gerai fesyen ternama Zara.

Hamburg - Organisasi lingkungan global Greenpeace menemukan beragam bahan kimia yang mengandung racun pada pakaian baju anak-anak produksi merk-merk terkenal dunia.

Bahan kimia tersebut tidak mengakibatkan risiko pada kesehatan secara langsung, namun tetap dianggap berbahaya saat dilepaskan ke alam.

Ujicoba yang dilakukan pada pakaian dan sepatu anak-anak dari 12 merk fesyen global menunjukkan sejumlah bahan kimia berbahaya ditemukan pada 82 jenis produk, seperti dirilis Greenpeace, Selasa (14/1) waktu setempat.

Setiap merk baju dan sepatu yang diujicoba ternyata mengandung zat kimia berbahaya, seperti nonylphenol ethoxylates (NPEs), yang akan terpecah membentuk kimia yang menganggu fungsi hormon, dan perfluoroctane acid (PFOA) yang bisa menyebabkan kanker.

Jejak kandungan phthalates juga ditemukan pada pakaian anak-anak yang dapat merusak kesuburan atau janin, kata Greenpeace.

"Bahan kimia ini bisa ditemukan pada semua produk pakain dari desainer mewah hingga yang murah," kata pakar kimia Greenpeace, Manfred Santen, dalam konferensi pers di Hamburg, Jerman.

Menurutnya, tidak ada perbedaan level kandungan kimia yang ditemukan pada pakaian anak-anak dan dewasa. Namun, Santen mengatakan anak-anak dianggap rentan terpapar dampak kimia.

Dia juga mengatakan bahwa racun itu tidak memiliki risiko kesehatan secara langsung, tapi akan berdampak pada reproduksi, hormonal, dan sistem imun manusia saat dilepaskan ke lingkungan.

Dalam kampanye detoksnya, Greenpeace telah mengedukasi 18 merk fesyen ternama, termasuk Mango dan H&M, yang berjanji untuk benar-benar menghapus penggunaan bahan kimia berbahaya pada 2020.

Organisasi lingkungan itu kini meminta Tiongkok, yang merupakan produsen tekstil terbesar dunia, untuk memfasilitasi pengurangan penggunaan zat kimia dan membuat rantai suplai yang transparan dalam industri tekstil.

 

Penulis: Febriamy Hutapea/FEB

Sumber:Greenpeace, DPA