Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di St. Petersburg untk inspeksi latihan perang, 3 Maret 2014.

Moskwa — Duta Besar Ukraina di PBB Yuriy Sergeyev menyampaikan bahwa Rusia telah mengerahkan 16.000 oasukan ke Semenanjung Crimea sejak 24 Februari.

Dalam surat tiga halaman yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB, Sergeyev mengatakan pasukan Rusia itu telah bergerak "untuk menyita, memblokir dan menguasai obyek-obyek pemerintah dan militer penting milik Ukraina di Crimea.”

Sementara itu Dubes Rusia Vitaly I. Churkin mengatakan Rusia bertindak untuk melawan ancaman dari kelompok ultransionalis  terhada Rusia dan warga berbahasa Rusia di Ukraina.

Churkin juga menunjukkan surat dari presiden Urkaina terguling Viktor Yanukovych yang meminta bantuan militer Rusia.

Di Rusia, Presiden Rusia Vladimir V. Putin mengakhiri latihan militer di sepanjang perbatasan Ukraina dan memerintahkan unit-unit militer yang berpartisipasi kembali ke barak, Selasa (4/3).

Latihan ini dilakukan berbarengan dengan pengerahan pasukan khusus Rusia ke Crimea, Ukraina, sejak Jumat pekan lalu, meskipun para pejabat Rusia berdalih tidak ada kaitannya dengan konflik di Ukraina. Namun tidak ada tanda-tanda sama sekali kalau operasi Rusia di Crimea akan berakhir.

Latihan militer ini termasuk mobilisasi seluruh Distrik Militer Wilayah Barat, yang membentang dari perbatasan Ukraina sampai Arctic, dan unit-unit dari Distrik Militer Pusat, Armada Baltik dan komando pertahanan udara.

Pasukan yang dikirim ke Ukraina kabarnya berasal dari pelabuhan dan bandara di Distrik Militer Selatan.

Putin hadir dalam puncak acara latihan dekat St. Petersburg Senin kemarin dan muncul di televisi tengah mengamati latihan menembak dengan amunisi asli, melibatkan tank-tank dan helikopter serbu.

Sekitar 150.000 personel terlibat dalam latihan itu.

Kemarin, Ukraina menuduh Rusia makin memperbesar kehadiran militernya di Crimea dengan pasukan mencapai 16.000 orang dan bahkan memberi ultimatum.

Namun Rusia membantah telah memberi ultimatum dan belum ada pertempuran yang pecah sejauh ini.

Penulis: Heru Andriyanto/HA

Sumber:The New York Times