Universitas Nalanda Dibuka Kembali Setelah Tutup 800 Tahun

Universitas Nalanda Dibuka Kembali Setelah Tutup 800 Tahun
Andres Fatubun Senin, 1 September 2014 | 22:58 WIB

Bihar, India - Universitas Nalada di India kembali dibuka setelah "tutup" selama hampir 800 tahun. Universitas kuno ini memulai tahun akademiknya pada Senin (1/9) dengan 15 mahasiswa, lima di antaranya wanita, dan 10 staf fakultas. Demikian disampaikan wakil rektor Universitas Nalanda, Gopa Sabhrawal hari ini.

Sabhrawal menambahkan sebenarnya sudah ada sekitar 1.000 calon mahasiswa yang mendaftar, namun karena keterbatasan sumber daya manusia tidak semua permintaan itu dipenuhi. Di tahun pertamanya, Nalanda hanya membuka dua fakultas yaitu Studi Lingkungan dan Ekologi serta Sejarah.

Ia menjelaskan lebih lanjut, dalam masa orientasi mahasiswa baru akan menjalani studi tur selama tiga hari ke tempat ziarah Agama Buddha di Rajgir. Sedangkan penerimaan mahasiswa secara resmi akan dilakukan di pertengahan September.

Ia menambahkan, pada 2020 rencananya Nalanda akan memiliki asrama mahasiswa, membuka tujuh fakultas lainnya di bidang ilmu pengetahun, filsafat, dan ilmu sosial, serta menyelenggarakan pendidikan jenjang S2 dan S3.

Pembukaan kembali Universitas Nalanda terlaksana atas kerja sama Pemerintah India dengan 18 negara lainnya yang tergabung dalam East Asia Summit (EAS).

Universitas Nalanda didirikan pada abad 5 dalam masa dinasti Kerjaan Buddha Gupta. Kala itu Nalanda merupakan salah satu tujuan favorit para pemikir dunia untuk melanjutkan studi dan berbagi ilmunya. Di antaranya datang dari Tibet, Tingkok, Yunani, and Iran.

Sekitar tahun 1197-1203, Nalanda hancur lebur akibat diserang pasukan Bakhtiyar Khilji dari Turki. Perpustakaan Nalanda yang menyimpan banyak tulisan hasil pemikir dan koleksi berbagai disiplin ilmu dibakar. Selama tiga bulan apinya berkobar dan membumi hanguskan semua bangunannya.

Sumber: Indiatoday/Hindustantimes
CLOSE