Tentara Mali mengambil alih stasiun radio dan televisi di Bamako (21/3). Laporan-laporan menyebutkan telah terjadi kudeta militer, dan tentara dikabarkan telah mengusasi istana
Pemberontakan terkait dengan cara pemerintah menangani aksi perlawanan suku Tuareg

Tentara pemberontak di Mali, mengatakan mereka telah merebut istana presiden dan menangkap beberapa menteri.

Kudeta milter itu ditandai dengan baku tembak.

"Kami menguasai istana presiden," kata seorang pemberontak yang tak ingin disebutkan jatidirinya kepada AFP.

Seorang tentara lain menyatakan Menteri Luar Negeri Soumeylou Boubeye Maiga dan Menteri Dalam Negeri Kafouhouna Kone, termasuk di antara pejabat senior yang ditahan oleh tentara.

Sementara itu, sumber independen mengatakan Presiden Amadou Toumani Toure, yang sebelumnya berlindung di istana, saat terjadi baku tembak, dikabarkan telah meloloskan diri.

Toure adalah seorang mantan prajurit yang memimpin penggulingan presiden seumur hidup Moussa Traore pada 1991, sebelum menyerahkan kekuasaan kepada sipil, menang dalam pemilihan umum 2007.

Ia dijadwalkan meletakkan jabatan pada April, setelah memerintah selama dua masa jabatan.

Pemberontakan terkait dengan cara pemerintah menangani aksi perlawanan suku Tuareg di bagian utara negeri itu, yang terjadi Rabu sore (21/3), dan berubah jadi upaya kudeta saat tentara merebut kantor media pemerintah dan menyerang istana presiden.

Baku-tembak berlangsung saat tentara pemberontak menyerang istana presiden Mali, Rabu (21/3), setelah mereka merebut kantor penyiaran negara.

Setelah satu jam terhentinya liputan media, satu pesan muncul di layar televisi dengan janji ada pengumuman dari tentara dalam waktu dekat, dengan latar belakang rekaman video musik.

Pada pukul 04.30 GMT (11.30 WIB), sekelompok tentara berseragam tampil di layar, namun perekam suara dalam tayangan tersebut tidak berfungsi, dan tak lama setelah itu, acara kembali beralih ke video musik.

Orang yang berbicara diidentifikasi di layar sebagai Letnan Amadou Konare, juru bicara Komite Nasional bagi Pembentukan Demokrasi.

Penulis: