Tiga Bom di Afghanistan, 50 Tewas

Peta lokasi ledakan bom bunuh diri dengan meletakkan bahan peledak di sebuah truk, di Kabul, Afghanistan. (AFP Photo)

Oleh: Unggul Wirawan / WIR | Rabu, 11 Januari 2017 | 11:12 WIB

Kabul - Bom meledak di tiga kota Afghanistan menewaskan 50 orang dan melukai 100 orang pada Selasa (10/1). Serangan mematikan ini menandai gencarnya serangan mematikan Taliban saat musim dingin.

Kepada AFP, Kepala Polisi Provinsi Abdul Raziq mengatakan ledakan itu mengakibatkan gubernur Kandahar dan utusan Uni Emirat Arab Juma Mohammed Abdullah Al Kaabi terluka. Tetapi banyak orang lain yang juga luka bakar tidak diketahui.

Setidaknya 11 orang tewas ketika bahan peledak yang disembunyikan di sofa meledak di dalam kompleks gubernur di Kandahar selatan. Ledakan bom itu terjadi saat kunjungan duta besar UEA ke Afghanistan, yang lolos dari serangan dengan kondisi cedera.

Hanya beberapa jam sebelumnya, ledakan bom kembar Taliban terjadi di Kabul dan membuat panik orang-orang di rumah yang merupakan tempat kantor anggota parlemen. Ledakan itu menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai 80 orang lainnya.

Pada minggu sebelumnya, pengebom bunuh diri Taliban menewaskan tujuh orang di Lashkar Gah, ibu kota provinsi Helmand. Militan Taliban mulai melancarkan serangan nasional meskipun pada awal musim dingin, ketika serangan dan kekerasan biasanya berkurang.

Juru bicara kementerian kesehatan Waheed Majroh memperingatkan bahwa jumlah korban diperkirakan meningkat karena banyak orang terluka masih berjuang untuk hidup di rumah sakit. Sambil mengutuk serangan barbar itu, Presiden Ashraf Ghani mengecam Taliban atas serangan yang ditujukan terhadap warga sipil.

Sementara itu, Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menyatakan mereka berada di belakang ledakan bom kembar. Mereka menambahkan bahwa korban sebagian besar adalah agen intelijen Afghanistan




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT