Militer Filipina Klaim Kuasai 90% Marawi

Anggota militer Filipina bersiaga saat mengepung lokasi persembunyian militan muslim IS di Marawi, Mindanao, Filipina, 2 Juni 2017. (AFP/Ted Aljibe)

Oleh: Natasia Christy Wahyuni / WIR | Sabtu, 17 Juni 2017 | 16:50 WIB

Marawi - Pemerintah Filipina mengklaim pasukannya telah berhasil menguasai 90 persen Kota Marawi dari para teroris terkait Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Militer menyatakan para militan Islam yang menyerang Marawi sejak bulan lalu kemungkinan menyelinap bersama para pengungsi dan melarikan diri selama pertempuran selama hampir empat pekan ini.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Brigjen Restituto Padilla menekankan jumlah pria bersenjata dari kelompok Maute di Marawi telah semakin berkurang. Kelompok itu tidak bisa lagi melancarkan serangan masif.

“Kita tidak membantah kemungkinan bahwa beberapa (teroris) di Marawi melarikan diri bersama para pengungsi ke wilayah-wilayah dekat Iligan dan Cagayan de Oro. Mungkin saja mereka tidak menjalani proses,” kata Padilla di kediaman presiden, Istana Malacanang, Jumat (16/6).

Padilla menyatakan keamanan telah diperketat di kota-kota Iligan dan Cagayan de Oro, dimana otoritas mencari orang-orang yang mencurigakan yang mungkin berusaha memancing kebingungan atau teror.

“Kemampuan mereka telah secara signifikan menurun, dan mereka secara khusus menargetkan Marawi untuk menebarkan teror, mendatangkan malapetaka, dan kemungkinan menculik orang, menghancurkan rumah, sekolah, milik Anda. Dan itu yang mereka lakukan. Jadi apa pun aksi itu tidak akan terjadi di Iligan dan Cagayan de Oro,” tandas Padilla.

Pada Kamis (15/6), Wakil Wali Kota Iligan, Jemar Vera Cruz, mengatakan segelintir militan Maute bisa masuk ke kotanya dengan bergabung bersama warga sipil. Dia merasa khawatir para teroris memiliki senjata yang mungkin sudah tersimpan di kota itu.
Ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena sekitar 150 pejuang Maute masih berada di Marawi.

Para penyelamat mengkhawatirkan orang-orang masih terjebak di sana dan menghadapi kelaparan atau ancaman kematian dalam aksi baku tembak. Para pengungsi Marawi saat ini ditempatkan di pusat-pusat evakuasi di seluruh Provinsi Lanao.

Militer menyatakan sejauh ini, 290 orang telah tewas dalam pertempuran di Marawi, termasuk 206 militan Islam, 58 tentara, dan 26 warga sipil. Juru bicara militer Filipina, Letkol Jo-Ar Herrera mengatakan pasukan berusaha masuk ke pusat perdagangan Marawi yang saat ini dikuasai para militan.

“Kami berusaha menyelesaikan pertempuran secepat mungkin. Komandan taktis kami melakukan yang terbaik,” kata Herrera.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Paulyn Jean Ubial mengatakan setidaknya 59 pengungsi dari Kota Marawi telah tewas akibat berbagai penyakit. Menteri Kesehatan di wilayah otonomi Muslim Mindanao, Kadil Sinolinding, mengatakan para korban termasuk tiga anak, yang tewas karena dehidrasi, dan dua orang dewasa yang menderita komplikasi hipertensi.

“Ada 40 kasus karena dehidrasi dan 19 orang lainnya tewas karena kondisi sebelum pertempuran yang dimulai tanggal 23 Mei,” kata Ubial. [Inquirer/Philstar/Al-Jazeera/C-5]




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT