Korban Tewas Kebakaran Hutan Portugal Jadi 62 Orang

Kebakaran hutan di Portugal, 17 Juni 2017. (AFP)

Oleh: Unggul Wirawan / WIR | Senin, 19 Juni 2017 | 17:39 WIB

Pedrogao Grande - Bencana kebakaran hutan di Portugal telah menewaskan 62 orang dan melukai lebih dari 50 orang. Pemerintah mengumumkan tiga hari masa berkabung nasional. Hingga Minggu (18/6), upaya pencarian korban masih terus dilanjutkan.

“Sangat disayangkan, peristiwa ini tampaknya menjadi tragedi terbesar yang kita lihat dalam beberapa tahun belakangan dalam kebakaran hutan,” kata Perdana Menteri Antonio Costa.

Costa mengatakan angka kematian dapat terus meningkat. Pemerintah telah mengumumkan tiga hari-hari perkabungan nasional, dimulai pada hari Minggu (18/6). Kebanyakan korban tewas di dalam mobil saat mencoba melarikan diri dari area Pedrógão Grande, sekitar 50 km sebelah tenggara Coimbra.

Menteri Dalam Negeri Portugal Jorge Gomes mengatakan bahwa 30 orang korban tewas ditemukan di dalam mobil, sedangkan 17 orang lain tewas di samping kendaraan, pada satu jalan menuju jalan raya IC8. Sebanyak 11 orang tewas di satu desa di sebelah jalan raya.

Surat kabar setempat Correio do Manhã memperingatkan banyak daerah yang terbakar belum berhasil dijangkau pihak-pihak berwenang. Oleh karena itu, kemungkinan jumlah korban tewas akan meningkat. Portugal telah mengalami gelombang panas dengan suhu lebih dari 40 derajat Celcius di beberapa wilayah.

“Ini adalah satu wilayah yang telah terbakar karena hutannya, tetapi kita tidak dapat mengingat tragedi ini. Saya benar-benar terkejut dengan jumlah korban jiwa,” ujar Wali Kota Pedrógão Grande, Valdemar Alves.

Sekurang-kurangnya empat kebakaran hutan besar tersebar di wilayah Portugal pada Minggu (18/6). Namun wilayah Pedrogao Grande menjadi satu-satunya wilayah yang mengalami korban jiwa.

"Dimensi api ini telah menyebabkan tragedi kemanusiaan di luar dugaan kami.Sesuatu yang luar biasa terjadi dan kita harus menunggu para pakar memastikan menentukan penyebabnya dengan benar,” kata Perdana Menteri Antonio Costa.

Jorge Gomes mengatakan petugas pemadam telah mengalami kesulitan memerangi kebakaran yang sangat kuat, sekurang-kurangnya dua dari empat lokasi. Ia mengatakan pemerintah khawatir angin kuat yang dapat semakin menyebarkan kobaran api lebih luas.

Pada Minggu (18/6), lebih dari 350 tentara Portugal bergabung dengan 700 personel pemadam kebakaran Metrolink yang telah berjuang untuk menjinakkan kobaran api. Hingga kini, sekolah-sekolah di wilayah tersebut ditutup sampai pemberitahuan selanjutnya dan penyalaan api di luar rumah dilarang keras.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT