Serangan Teror di London, 1 Tewas dan 10 Orang Terluka

Seorang polisi memeriksa mobil van yang digunakan untuk menyerang komunitas Muslim di London. (BBC)

Oleh: Paulus Nitbani / PCN | Senin, 19 Juni 2017 | 17:35 WIB

London- Seorang pria meninggal dan 10 orang lainnya terluka setelah seorang pria menabrakan kendaraan van yang dikendarainya ke arah jemaah di dekat sebuah masjid di utara London, Senin (19/6) dini hari waktu setempat. Delapan orang langsung dilarikan ke rumah sakit setelah serangan teroris di dekat Masjid Taman Finsbury, ujar polisi.

Seorang pria berusia 48 tahun telah ditangkap terkait dengan penyerangan yang mematikan tersebut. Aparat kepolisian menyebutkan, semua korban adalah warga Muslim yang berada di luar gedung untuk aktivitas kaum Muslim. Seorang saksi mata, Abdul Rahman menyebutkan, pengemudi van tersebut mengatakan ia ingin membunuh semua Muslim.

Abdul Rahman mengatakan, ia memukul pria itu dan membantu menangkapnya.

Wakil Komisaris Polisi Metropolitan Polisi Neil Basu mengatakan, serangan teroris ini diawali dengan melajunya kendaraan van tersebut ke arah seorang pria yang telah mendapatkan bantuan pertama dari warga yang berada di trotoar.

"Naasnya, pria tersebut akhirnya meninggal. Sekalipun demikian, masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa kematian pria tersebut akibat serangan teror," ujarnya.

Sekitar tujuh orang yang dilarikan ke rumah sakit menderita cukup serius dan sejauh ini tidak ada tersangka lain, tandasnya.

Sebelumnya, polisi menyebutkan, seorang pria yang ditangkap akan dilakukan tes kesehatan jiwa terkait dengan aksi penyerangan tersebut.

Wali Kota London, Sadiq Khan mengatakan, polisi telah ditempatkan di tempat kejadian untuk mengamankan lokasi dan memberikan rasa aman bagi warga, khususnya warga Muslim yang sedang menjalankan ibadah Puasa.

Ia juga mengatakan, doa dan hatinya ada bersama warga dan mereka yang terkena dampak dari serangan membabi buta yang dilakukan terhadap warga yang tak bersalah tersebut.

"Meskipun ini tampaknya seperti serangan terhadap komunitas tertentu seperti serangan yang mengerikan di Manchester, Mestminster, dan London Bridge, serangan ini juga merupakan serangan terhadap semua nilai-nilai toleransi, kebebasan, dan rasa saling menghargai di antara kita," tegasnya.

 

Dia juga mengatakan "pemikiran dan doanya" menyertai mereka yang terkena dampak "serangan teroris yang mengerikan terhadap orang-orang yang tidak bersalah".

"Meskipun ini tampaknya merupakan serangan terhadap komunitas tertentu, seperti serangan mengerikan di Manchester, Westminster dan London Bridge, ini juga merupakan serangan terhadap semua nilai toleransi, kebebasan dan rasa saling menghargai kita."

 




Sumber: BBC
ARTIKEL TERKAIT