Babak Belur di Raqqa, Teror ISIS Justru Meluas Secara Internasional

Tentara Irak menurunkan spanduk Islamic State (IS) atau ISIS. (AFP)

Oleh: Faisal Maliki Baskoro / FMB | Minggu, 9 Juli 2017 | 17:12 WIB

Suriah - Kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengalami pukulan telak di pusat kekuatan mereka. Para milisi ISIS mulai terdesak dari Raqqa dan Mosul dan kini mereka kembali ke akar mereka sebagai pasukan pemberontak yang terpencar-pencar.

Namun kekalahan ISIS tersebut bukan berarti mereka melemah. Ideologi radikal mereka masih menyebar luas dan menginspirasi aksi-aksi teror di seluruh dunia.

Hassan Hassan, pengamat dari Tahrir Institute for Middle East Policy di Washington mengatakan bahwa kekhalifahan ISIS telah hancur, dukungan untuk ISIS melemah dan rencana mereka membangun negara baru telah gagal.

"Tapi ISIS terlanjur berkembang menjadi organisasi internasional. Kepemimpinan dan kemampuan mereka untuk berkembang masih ada," kata dia.

Meskipun pusat kekuatan mereka telah direbut tetapi para kadernya -ahli senjata, ahli propaganda, dan agen-agen- masih bertahan dan pengalaman mereka sangat bermanfaat untuk operasi teror. Para milisi ISIS kini tersebar ke wilayah di luar Raqqa dan Mosul. ISIS masih kuat di Tal Afar, Hawija, sekitaran Sungai Eufrat dan Mayadeen.

Amerika Serikat masih melakukan serangan udara di luar Raqqa untuk menghapus sisa-sisa ISIS tetapi operasi merebut kembali Raqqa masih butuh waktu berbulan-bulan.

Letjen Michael K. Nagata dari Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata AS mengatakan bahwa meski ISIS sudah terdesak di Raqqa tetapi mereka masih memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan merencanakan aksi teror global.

"Kami telah menyerang ISIS dengan keras tetapi mereka masih operasional dan mampu melakukan serangan internasional," kata Nagata.

Secara internasional, ISIS membalas kekalahan mereka di Raqqa dengan mendorong simpatisan dan agen-agen mereka untuk melakukan serangan internasional seperti di Libya, Mesir, Yaman, Afghanistan, Inggris, Nigeria, Indonesia hingga Filipina. Militer Filipina hingga saat ini masih melakukan operasi menumpas milisi ISIS yang berusaha merebut kota Marawi.

Di Jakarta, Petugas gabungan kepolisian hari ini meringkus seorang pria berinisial GOH (19) yang diduga sebagai pelaku pemasangan atribut Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan menyampaikan ancaman teror kepada anggota Polri dan TNI di Polsek Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Sebelumnya seorang simpatisan ISIS ditembak karena menusuk dua anggota Brimob. Mapolda Sumut juga sempat diserang simpatisan ISIS yang menyebabkan seroang anggota polisi meninggal dunia. Detasemen Khusus 88 Antiteror menggeledah rumah salah satu pelaku berinisial SP. Di sana ditemukan gambar pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi.




Sumber: NY Times
ARTIKEL TERKAIT