AS Klaim Tewaskan Pemimpin ISIS di Afghanistan

Pasukan khusus AS di Afghanistan. (AP)

Oleh: Natasia Christy Wahyuni / WIR | Sabtu, 15 Juli 2017 | 16:38 WIB

Washington - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon menyatakan pimpinan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Afghanistan, Abu Sayed, telah tewas dalam serangan di markas Provinsi Kunar, awal pekan ini. Pada Jumat (14/7), AS juga mengklaim anggota ISIS lainnya juga tewas dalam serangan hari Selasa (11/7) tersebut.

“Pasukan AS menewaskan Abu Sayed, emir ISIS Provinsi Khorasan (ISIS-K) dalam sebuah serangan ke markas kelompok itu di Provinsi Kunar, Afghanistan, 11 Juli lalu,” sebut pernyataan juru bicara Pentagon, Dana White, Jumat (14/7).

“Serangan itu juga menewaskan para anggota ISIS-K lainnya dan secara signifikan akan mengganggu rencana teror kelompok tersebut untuk memperluas kehadirannya di Afghanistan,” tambah White.

Sayed adalah pemimpin ketiga ISIS di Afghanistan yang tewas dibunuh sejak Juli 2016. Sayed telah memimpin kelompok itu sejak akhir April setelah pemimpin sebelumnya, Abdul Hasib, tewas oleh pasukan AS. Penerus Hasib, Hafiz Sayed Khan, juga tewas oleh pasukan AS.

Militer AS telah menyatakan bahwa kematian Hasib akan membantu untuk mencapai sasaran menghancurkan kelompok itu pada 2017. Persembunyian yang digunakan Hasib di provinsi Nangarhar tidak jauh dari titik saat 13 April lalu, militer AS menjatuhkan bom non-nuklir terbesar yang pernah digunakan dalam pertempuran, untuk memukul posisi ISIS.

Pengerahan yang disebut “Induk dari Segala Bom” (Mother of All Bombs/MOAB) menewaskan 95 pejuang ISIS, berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan Afghanistan, namun pertempuran masih berlanjut di wilayah itu.

ISIS mulai hadir di Afghanistan pada 2015 dan menguasai sebagian besar wilayah di Provinsi Nangarhar dan Kunar, dekat perbatasan Pakistan. Kepindahan ISIS itu ke Afghanistan bersamaan dengan deklarasi kelompok itu sebagai Provinsi Khorasan atau biasa disebut ISIS-K.

ISIS sejauh ini menghadapi oposisi bersenjata dari kelompok yang lebih besar dan berkuasa di Afghanistan, yaitu Taliban, dan berjuang untuk meningkatkan dukungan atau luas wilayahnya di sana.

Selain menewaskan Sayed dan Hasib, pasukan AS dan Afghanistan juga mengklaim telah membunuh atau menangkap ratusan militan ISIS dalam serangan tahun ini.

Sementara itu, ribuan warga Suriah masih terjebak di dalam kota Raqqa, yaitu kota yang diproklamasikan sebagai ibu kota oleh ISIS. Saat ini, ISIS telah kehilangan wilayah kuatnya di Mosul, sehingga pertempuran di Raqqa diperkirakan akan berjalan sangat sengit.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT