Setahun Pascakudeta Turki, Otoritas Pecat 7.563 Polisi dan PNS

()

Oleh: Unggul Wirawan / WIR | Sabtu, 15 Juli 2017 | 16:43 WIB

Ankara - Otoritas Turki telah memecat ribuan polisi dan pegawai negeri sipil (PNS) berjumlah 7.563 orang dalam upaya membersihkan aparat pemerintah dari antek pemberontak. Seperti dilaporkan kantor berita Anadolu, Jumat (14/7), pemerintah Turki telah mengeluarkan dekrit kepala negara yang baru setelah kudeta yang gagal pada tahun lalu.

Menurut Anadolu, pihak berwenang Turki juga memecat 342 pensiunan tentara dari jabatan mereka. Pada Sabtu, Turki memperingati satu tahun peristiwa kudeta besar yang gagal saat sejumlah tentara meledakkan gedung dan menembakkan senjata ke rakyat sipil. Lebih dari 240 orang, sebagian besar penduduk sipil, terbunuh dalam upaya kudeta gagal.

Gelombang pemecatan terbaru itu tertulis pada keputusan sejak 5 Juni tetapi hanya diterbitkan pemerintah resmi Gazette pada Jumat (15/7). Gazette menyatakan para karyawan itu adalah orang-orang "yang sudah dinyatakan telah mengancam keamanan negara atau adalah mereka anggota dari sebuah organisasi teroris”.

Peraturan baru muncul sehari sebelum Turki menandai peringatan tahun pertama dari kudeta gagal. Ankara menyatakan kudeta itu didalangi ulama Fethullah Gulen yang tinggal di Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Gulen dikenal sebagai mantan sekutu Presiden Tayyip Erdogan. Sebaliknya Gulen telah menyangkal tuduhan-tuduhan.

Secara keseluruhan, Turki telah memecat atau menangguhkan lebih dari 150.000, pejabat. Otoritas juga menangkap 50.000 orang personel militer, polisi, pegawai peradilan, akademisi dan PNS dari instansi lainnya.

Pemerintah Turki sedang berupaya untuk memperpanjang status negara darurat yang berlangsung hingga tiga bulan. Presiden Erdogan bahkan mengatakan upaya pembersihan aparatur negara hanya akan mengangkat ketika dinyatakan "kerusuhan berakhir".

"Dari perkiraan ke depan, kita masih perlu keadaan darurat," ujar Erdogan pada Jumat, saat berbicara di seminar hak-hak asasi manusia jelang peringatan setahun kudeta yang gagal.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT