Filipina Siapkan Rp 3,9 T untuk Rehabilitasi Marawi

Kepulan asap pekat terlihat setelah militer Filipina menjatuhkan bom ke area yang diduga merupakan markas Militan Islam ISIS di Marawi, Selatan Mindanao, Filipina, 14 Juni 2017. (AFP/Noel Celis)

Oleh: Natasia Christy Wahyuni / WIR | Sabtu, 15 Juli 2017 | 16:45 WIB

Manila - Pemerintah Filipina akan mengalokasikan setidaknya 15 miliar peso (Rp 3,9 triliun) untuk dana rehabilitasi Marawi dalam dua tahun ke depan.

Menteri Keuangan Filipina Benjamin Diokno mengatakan sekitar 5 miliar peso (Rp 1,3 triliun) akan dialokasikan tahun ini dan 10 miliar peso (Rp 2,6 triliun) untuk tahun 2018, sedangkan alokasi tahun 2019 belum ditentukan.

Diokno mengatakan Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya menjanjikan dana rehabilitasi Marawi sebesar 20 miliar peso selama tiga tahun mulai tahun 2017. Alokasi anggaran itu akan menjadi bagian dari rencana induk terpadu yang dipimpin oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Pembangunan Jalan (DPWH) untuk rekonstruksi dan rehabilitasi Marawi.

“Sumber anggaran dan pendanaan tahun 2017 dan 2018 telah diidentifikasikan sebelum pembuatan rencana induk DPWH untuk merespons dengan cepat kebutuhan upaya yang sedang berlangsung dan mengakomodasi rencana rehabilitasi secepatnya setelah dibangun. Alokasi anggaran untuk 2019 akan diperkirakan berdasarkan sisa kebutuhan dari rencana,” kata Diokno, Jumat (14/7).

Dia menjelaskan dana awal sebesar 5 miliar peso untuk 2017 akan diambil dari Pendanaan Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional tahun 2016 dan 2017.

“Dana juga bisa bersumber dari anggaran masing-masing lembaga berbeda, seperti Kementerian Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD), DPWH, dan Brigade Teknik Angkatan Bersenjata Filipina, serta sumbangan asing. Tiongkok telah menyumbang 15 miliar peso untuk rehabilitasi Marawi untuk meningkatkan sumber-sumber dari Kementerian Kesehatan dan DSWD,” tambah Diokno.

Secara keseluruhan, Diokno mengatakan konflik yang sedang terjadi di Marawi tidak berpengaruh signifikan terhadap situasi ekonomi Filipina dan tidak akan menciptakan dana tambahan untuk merehabilitasi wilayah itu.

Pernyataan menteri keuangan Filipina itu disampaikan menjelang pengajuan anggaran negara 2018 kepada Kongres pada 24 Juli mendatang saat pidato kenegaraan kedua Duterte. Secara keseluruhan, anggaran negara Filipina tahun 2018 memprioritaskan program pendidikan dan pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, dana pensiun negara yakni Sistem Layanan Asuransi Pemerintah, menyatakan pihaknya akan menawarkan pinjaman darurat kepada para anggota dan pensiunan yang tinggal dan bekerja di Kota Marawi sejak 5 Juli-3 Agustus. Lembaga itu mengalokasikan 282 juta peso (Rp 74 miliar) untuk 11.128 anggota termasuk 592 pensiunan lanjut usia.

 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT