WHO Peringatkan Ancaman Kolera Saat Musim Haji

Ilustrasi ibadah haji di Mekah, Arab Saudi. (AFP)

Oleh: Natasia Christy Wahyuni / WIR | Sabtu, 15 Juli 2017 | 17:54 WIB

New York - Wabah kolera di Yaman, yang menginfeksi lebih dari 332.000 orang, bisa menyebar selama musim tahunan haji di Arab Saudi pada September mendatang, sekalipun otoritas Saudi telah menyiapkan secara baik.

Ritual haji akan mengundang 2-4 juta umat Muslim setiap tahun, termasuk 1,5-2 juta warga asing, sehingga meningkatkan risiko dari berbagai penyakit seperti demam berdarah, demam kuning, virus Zika, dan penyakit meningitis, serta kolera.

“Wabah kolera saat ini sangat menyebar di Yaman, serta di beberapa negara Afrika, dapat mewakili risiko serius bagi semua jemaah selama musim haji, bahkan setelah kembali ke negara mereka,” sebut pernyataan dari buletin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hari Jumat (14/7).

Pakar kolera dari WHO, Dominique Legros, menyatakan Arab Saudi tidak mengalami wabah kolera selama bertahun-tahun karena pengawasan dan uji cepat untuk mendeteksi kasus-kasus lebih dini.

“Jangan lupa bahwa hari ini kita berbicara di Yaman, tapi mereka telah menerima jemaah dari banyak negara-negara endemik, dan mereka berhasil tidak menjadi wabah, pada dasarnya dengan memastikan kondisi hidup, khususnya akses kepada air, kondisi higienis, semua pada tempatnya,” kata Legros dalam jumpa pers rutin Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
“Mereka mempersiapkan dengan baik menurut saya,” tambahnya.

Masa inkubasi penyakit, yang menyebar melalui zat-zat feses dan menyebabkan diare akut, hanya masalah jam. Sekali gejala dimulai, kolera bisa menewaskan dalam hitungan jam jika pasien tidak mendapatkan perawatan,” ujar Legros.

Namun, menurutnya, orang-orang dengan gejala hanya puncak gunung es saja, sebab 80 persen pasien justru tidak menunjukkan gejala apa pun.

“Itu mengapa kami menyarankan negara-negara tidak melakukan pemeriksaan bandara untuk pasien. Saudi tidak melakukan itu karena itu tidak berguna, secara teknis,” ujarnya.

PBB menyalahkan pihak-pihak yang berperang di Yaman bersama sekutu-sekutu internasional mereka, termasuk Saudi, karena memicu wabah kolera selama 11 minggu, serta menyebabkan jutaan orang mendekati kelaparan dan menghalangi akses untuk bantuan.

WHO telah meluncurkan program perawatan darurat dengan memanfaatkan sisa-sisa sistem kesehatan Yaman yang telah hancur, dan berusaha mengungkap kasus-kasus baru lebih awal, serta menghentikan penyebaran penyakit tersebut.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT