Telur Beracun Menyebar di 4 Negara

Ilustrasi telur (Istimewa)

Oleh: Unggul Wirawan / WIR | Selasa, 8 Agustus 2017 | 17:22 WIB

Brussels - Pasokan telur terkontaminasi insektisida telah memasuki empat negara di Eropa. Seperti dilaporkan kantor berita RT, Senin (7/8), Komisi Uni Eropa menyebut telur beracun itu berasal dari peternakan ayam di Belanda.

Saat jumpa pers, Senin (7/8), Juru Bicara Komisi Eropa Anna Kaisa Itkonen mengumumkan empat negara yang masuk kategori sebaran telur beracun adalah Prancis, Swedia, Swiss, dan Inggris.

Sejauh ini, jutaan telur ayam beracun itu telah disingkirkan dari rantai distribusi di Jerman, Belanda dan Belgia.

Uni Eropa telah memberi tahu otoritas keamanan pangan di Prancis, Swedia, Swiss dan Inggris bahwa beberapa telur yang terkontaminasi insektisida berbahaya mungkin telah memasuki negara mereka.

Itkonen menekankan kewenangan tindakan sudah sampai ke otoritas nasional Swedia, Swiss, Prancis dan Inggris untuk memeriksa pasokan telur-telur ini.

Telur ayam itu diyakini mengandung fipronil insektisida beracun. Kandungan zat tersebut dapat mempengaruhi ginjal manusia, kelenjar hati dan kelenjar tiroid. Pada Jumat (4/8), raksasa supermarket Jerman Aldi mengumumkan pihaknya telah membuang semua telur beracun asal Belanda itu dari tokonya akibat skandal tersebut.

Pada Sabtu, pihak berwenang Belgia telah mengetahui kemungkinan kontaminasi sejak bulan Juni. Namun mereka memilih untuk tidak mengumumkan karena penyelidikan skandal sedang berlangsung.

"Kami tahu sejak awal Juni kemungkinan ada masalah dengan fipronil di sektor perunggasan," ujar Katrien Stragier, juru bicara agen keamanan pangan Belgia (AFSCA), kepada penyiar radio Flemish VRT pada Sabtu, seperti dikutip oleh taggesschau.de.

Sejak akhir Juli, jutaan telur telah ditarik dari toko-toko di Jerman, Belgia dan Belanda setelah sejumlah telur yang diuji ternyata positif terhadap insektisida fipronil, zat yang digunakan untuk pemusnahan semut, kutu, kutu dan kecoak.[RT/U-5]




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT