Korut Ancam Serang Pulau Guam, AS

Ilustrasi. (CNN)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Rabu, 9 Agustus 2017 | 16:49 WIB

Pyongyang - Militer Korea Utara (Korut) "sedang mengkaji rencana operasi" untuk menyerang area di sekitar Guam, pulau kecil di Samudera Pasifik milik Amerika Serikat yang letaknya jauh lebih dekat dari Papua dibandingkan Washington.

Serangan akan dilakukan dengan rudal balistik jarak-menengah-jauh, menurut pernyataan yang dirilis Kantor Berita Pemerintah Korut KCNA, Rabu (9/8) dini hari.

Di pulau tersebut terdapat Pangkalan Udara Andersen dan Pangkalan Angkatan Laut militer AS. Serangan nanti, kalau jadi diwujudkan, dimaksudkan untuk "mengirim sinyal peringatan serius kepada AS," kata KCNA.

Berita ini muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump memeringatkan Pyongyang bahwa setiap ancamannya ke AS akan "dihadapi dengan api dan amarah yang tidak pernah disaksikan dunia."

Namun pernyataan resmi pemerintah Korut itu tertanggal Selasa (8/8) atau sebelum Trump membuat pernyataan keras tersebut.

Baca juga: Donald Trump Beri Ultimatum Keras ke Korut

Merespons ancaman ini, Gubernur Guam Eddie Baza Calvo berpidato dalam sebuah video meyakinkan warganya bahwa tidak ada ancaman yang mendesak.

"Saya ingin meyakinkan warga Guam bahwa saat ini tidak ada ancaman terhadap pulau kita atau pun Kepulauan Mariana," ujarnya.

"Saya juga ingin mengingatkan media-media nasional bahwa Guam adalah tanah Amerika dan kami memiliki 200.000 warga Amerika di Guam dan Kepulauan Mariana. Kami lebih dari sekedar instalasi militer."

Penasihat Keamanan Dalam Negeri Guam George Charfauros mengatakan pertahanan AS akan mampu menangkal ancaman dari Korut.

"Mereka (Korut) perlahan telah mengembangkan kemampuan namun kami tetap sangat yakin terhadap kemampuan AS bukan hanya dalam mempertahankan Guam dan wilayah sekitarnya, namun juga benua AS. Ada beberapa lapis sistem pertahanan rudal balistik," kata Charfauros.

Salah satunya adalah THAAD, akronim dari Terminal High Altitude Area Defense, yang dirancang untuk menembak jatuh rudal balistik jarak dekat, menengah, dan intermediate.

"Dua tahun lalu sistem pertahanan rudal ini sudah dipasang permanen di Guam," ujarnya.

Baca juga: Lawan Korut, Amerika Hadirkan Penangkis Rudal THAAD




Sumber: CNN
ARTIKEL TERKAIT