Termasuk Indonesia, Qatar Beri Bebas Visa 80 Negara

Pesawat maskapai Qatar Airways saat lepas landas. (AFP/Remy Gabalda)

Oleh: Natasia Christy Wahyuni / WIR | Kamis, 10 Agustus 2017 | 17:39 WIB

Doha - Qatar memberi kebijakan bebas visa untuk lebih dari 80 negara di dunia. Itu artinya, orang-orang dari negara-negara yang ditunjuk bisa memasuki Qatar tanpa surat kerja, pembayaran, atau visa sekalipun.

Qatar mengizinkan kunjungan warga dari 33 negara selama 90 hari. Sedangkan 47 negara termasuk Indonesia, diberikan bebas visa selama 30 hari.

“Qatar sekarang bebas visa untuk lebih dari 80 negara di seluruh dunia,” kata Kepala Kelompok Petugas Eksekutif dari perusahaan negara Qatar Airways, Akbar Al Baker.

Beberapa negara yang dibebaskan tinggal di Qatar selama 90 hari antara lain Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Bahama, Siprus, Hungaria, Belanda, Polandia, Romania, Seychelles, Swedia, Swiss, Turki. Sedangkan, Indonesia bersama Tiongkok, India, Malaysia, dan Singapura, Amerika Serikat (AS) masuk dalam 47 negara yang diberikan bebas visa selama 30 hari di Qatar.

Para warga dari negara-negara itu bisa langsung mendapatkan visa setibanya di Qatar. Para pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Dalam Negeri Qatar mengumumkan pelongaran aturan imigrasi pada Rabu lalu menyebutkan bahwa langkah bebas visa Qatar membuat negara itu menjadi paling terbuka di kawasan.

Perubahan itu mencerminkan pandangan Qatar dalam masa bersejarah. “Ketika sejumlah negara di kawasan mengambil keputusan menutup langit dan perbatasan mereka, Qatar malah membuka perbatasannya kepada lebih banyak pengunjung yang datang di setiap sudut dunia,” kata Baker.

Perjalanan imigrasi dan internasional menjadi topik hangat baik di AS dimana Presiden Donald Trump memperketat kontrol perbatasan sebagai prioritas, dan di Timur Tengah, dimana Qatar telah terisolasi oleh negara-negara tetangganya sejak Juni lalu.

Kebijakan bebas visa Qatar bisa membantu negara di Teluk Persia itu untuk mencapai targetnya menjadi tuan rumah bagi tujuh juta wisatawan per tahun pada 2030. Itu juga bisa menjadi bantuan dari blokade yang dipimpin Arab Saudi, Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab (UEA). Sebagai bagian dari blokade, Qatar Airways juga dilarang masuk di ruang udara keempat negara teersebut.

Saudi dan para sekutunya dari negara-negara beraliran Islam Sunni menyalahkan Qatar karena diduga mendukung terorisme. Namun, hal itu berulang kali dibantah Qatar.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT