Kalah di Suriah, ISIS Ingin Pindah ke Marawi

Militer Filipina menunjukkan uang tunai senilai 1.6 juta USD yang berhasil di sita dalam operasi menumpas militan muslim IS di Marawi, 6 Juni 2017. (AFP/Noel Celis)

Oleh: Natasia Christy Wahyuni / FMB | Rabu, 13 September 2017 | 11:04 WIB

Manila - Sebuah video yang disebarkan oleh Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) berisi ajakan bagi para pejuang mereka untuk bergabung ke Filipina, dibandingkan ke Suriah dan Irak. Video ini menunjukkan perubahan taktik merekrut dari kelompok teror tersebut setelah mereka kehilangan wilayah di Timur Tengah.

Dalam video berdurasi tujuh menit dan berbahasa Inggris, yang dikeluarkan secara resmi oleh operasi media ISIS akhir bulan lalu, ditampilkan termasuk pesan-pesan dari sejumlah anggota mereka di Filipina Selatan. Video itu juga menampilkan gambar-gambar pertempuran dengan pasukan pemerintah di dekat kota Marawi, termasuk penjarahan sebuah gereja Katolik.

Salah satu pejuang ISIS menyerukan umat Muslim di Asia Timur, khususnya di Indonesia, Malaysia, Brunei, Thailand, dan Singapura, untuk bermigrasi dan berjuang bersama milisi terkait ISIS di Filipina. Seorang milisi yang diidentifikasi bernama Abul-Yamaan dari Marawi menyatakan, “Ayo maju ke tanah jihad. Tampilkan jihad, ayo maju ke Marawi!”.

Para pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) dan pengamat swasta seperti Flashpoint, mengatakan Asia menjadi fokus terbaru untuk ISIS. Kelompok teror itu sekarang melihat kepulauan Filipina selatan, di mana pemberontakan Muslim terjadi selama beberapa dekade, sebagai tujuan terbaik untuk milisi Islam. Mereka memanfaatkan video dan media sosial dalam bahasa Inggris dan bahasa yang dipakai di Filipina Selatan untuk meningkatkan ekspolitasi dan perekrutan anggota.

“ISIS ingin terlihat secara global dan Filipina memberikan mereka kesempatan,” kata seorang pejabat AS.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan intelijen AS mewaspadai para pejuang ISIS dari negara-negara lain yang beroperasi di Filipina. “Kami siap melihat elemen-elemen ISIS di Filipina, seperti yang Anda sadari, mendapatkan pijakan,” kata Tillerson.

Dia mengatakan para pejuang itu telah pergi ke Filipina dari Suriah dan Irak. “Kami berkomunikasi dengan pemerintah Filipina, dengan Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Australia, sebagai rekan-rekan untuk mengakui ancaman ini, berusaha mengatasi ancaman ini,” ujar Tillerson.




Sumber: NBC News
ARTIKEL TERKAIT