PM Najib Dipuji Presiden Trump, Dihujat Oposisi

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. (AFP)

Oleh: Jeanny Aipassa / WIR | Rabu, 13 September 2017 | 17:22 WIB

Washington - Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, menuai pujian dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, saat berkunjung ke Gedung Putih, Washington, Selasa (12/9). Sebaliknya, Najib mendapat hujatan dari kelompok oposisi Malaysia karena memilih menginap di salah satu hotel mewah milik Trump.

Saat menyambut kunjungan Najib di Gedung Putih, Trup menyampaikan pujian dan terima kasih terkait investasi Malaysia yang besar di pasar obligasi dan saham AS. Tak hanya itu, Trump juga memuji dukungan Malaysia untuk memerangi terorisme, bahkan mendukung sanksi AS dengan memutus hubungan kerja sama dengan Korea Utara (Korut).

Sebelum melakukan pertemuan bilateral, Trump dan Najib melakukan sesi foto dan memberikan pernyataan singkat, namun tidak melakukan tanya-jawab dengan wartawan. Keterangan pers mengenai pertemuan kedua pemimpin negara, disampaikan Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders.

“Kami membicarakan perdagangan, kesepekatan perdagangan yang sangat besar. Malaysia adalah investor besar di Amerika Serikat, di pasar saham dan obligasi,” kata Trump, saat sesi foto bersama Najib, sebelum keduanya melakukan pertemuan bilateral di Ruang Kabinet.

Sementara Najib mengatakan kunjungannya tersebut bertujuan untuk menegaskan komitmen Malaysia untuk mendukung kebijakan Trump dalam memperkuat ekonomi AS dan misi untuk memerangi terorisme demi keamanan dan perdamaian dunia.
Najib mengungkapkan, pihaknya memiliki beberapa rencana kerja sama yang akan disepakati dalam pertemuan tersebut, antara lain terkait pembelian pesawat Boeing dan mesin jet General Electric.

Trump menyebut kesepakatan pembelian pesawat Boeing dengan Malaysia senilai US$ 10 miliar hingga US$ 20 miliar atau sekitar Rp 130 triliun hingga Rp 260 triliun. Namun tidak dijelaskan alasan pembelian pesawat itu.

“Malaysia telah berkomitmen membeli 25 pesawat Boeing 737 dan delaoan pesawat 787 Dreamliner,” kata Trump.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders, mengatakan dalam pertemuan itu kedua pemimpin negara fokus membahas sejumlah kesepakatan, seperti pembangunan ekonomi, tindakan kontraterorisme dam keamanan maritim.

Terkait dengan perang melawan terorisme, Najib menegaskan negaranya akan melakukan peran untuk menjaga kawasan Asia Tenggara tetap aman dan mendorong Trump terus membangun kemitraan di kawasan tersebut.

“Kuncinya adalah mendukung rezim Muslim moderat dan progresif karena itu adalah wajah sejati Islam,” kata Najib.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT