Presiden Singapura Halimah Dorong Agenda Minoritas

Halimah Yacob. (AFP)

Oleh: Natasia Christy Wahyuni / WIR | Rabu, 13 September 2017 | 13:27 WIB

Singapura - Presiden Singapura Halimah Yacob diperkirakan akan memprioritaskan agenda kepemimpinan untuk kelompok minoritas Singapura. Saat ini, tidak ada Melayu Muslim di eselon teratas tentara Singapura, dan hanya sedikit di antara jajaran senior di pengadilan.

Seperti dikutip Reuters, Senin (11/9), Halimah ingin memperkuat kepekaan warga Singapura atas inklusivitas di negara multikultur tersebut.

Warga Melayu terakhir yang menjabat presiden Singapura adalah Yusof Ishak, yang gambarnya tercantum di uang kertas Singapura. Yusof menjadi presiden pada 1965-1970 saat tahun-tahun pertama kemerdekaan Singapura, tapi kekuatan eksekutif tetap berada di tangan Lee Kuang Yew yakni perdana menteri pertama negara itu.

Di bawah aturan pemilihan, kandidat presiden harus melayani di kantor publik, mengepalai sebuah organisasi terkait pemerintah atau perusahaan dengan nilai setidaknya US$ 370 juta dalam pemegang saham. Tapi, mereka yang tidak memenuhi kualifikasi masih bisa terpilih jika mereka disetujui oleh enam anggota Komite Pemilihan Presiden, yaitu sebuah kelompok yang ditunjuk pemerintah.

“Di satu sisi, saya sangat gembira untuk Ibu Halimah, sebagaimana dia akan menjadi presiden yang sangat baik, tapi banyak warga Singapura mengharapkan sebuah pemilihan karena mereka memiliki hak demokratis untuk memilih,” kata seorang pengamat dan anggota parlemen, Zaqy Mohamad.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT