Jokowi Panggil Dubes Myanmar, Protes Kekerasan di Rohingya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Ei Ei Khin Aye, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/9) guna membahas perkembangan terakhir dan kekerasan di Rohingya, Myanmar. (beritasatu tv)

Oleh: Aichi Halik / AHL | Rabu, 13 September 2017 | 16:00 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Ei Ei Khin Aye, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/9) guna membahas perkembangan terakhir dan kekerasan di Rohingya, Myanmar.

Awalnya, Dubes Myanmar dan delapan dubes negara sahabat lain menyerahkan surat kepercayaan kepada Jokowi. Setelah prosesi pemberian surat kepercayaan selesai digelar, Jokowi memanggil Dubes Myanmar untuk berbincang di Beranda Istana.

Usai mendampingi Jokowi bertemu Ei Ei Khin Aye, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, salah satu yang dibicarakan Presiden adalah terkait kekerasan terhadap warga Rohingya yang saat ini tengah menjadi sorotan masyarakat di Indonesia.

"Presiden menyampaikan, sekali lagi, mengenai concern terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar, dan mengharapkan stabilitas dan keamanan dan segera dipulihkan," kata Retno kepada wartawan seusai pertemuan.

Jokowi juga ingin memastikan bahwa bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia bisa sampai dan diterima mereka yang membutuhkan. Pemerintah mengirim bantuan berupa beras, selimut, pakaian, dan alat kebersihan.

"Memastikan mengenai masalah bantuan kemanusiaan yang akan diberikan kepada semua orang, tanpa terkecuali, tanpa memandang latar belakang agama dan juga etnik," kata Retno.




Sumber: BeritaSatu TV
ARTIKEL TERKAIT