Menlu: Warga Rohingya Masih Butuh Bantuan

Pria Bangladesh mendistribusikan daging hewan kurban kepada para anak-anak pengungsi Rohingnya di dekat Nykkhongchhari, Bangladesh, 2 September 2017. (AFP/STR)

Oleh: Aichi Halik / AHL | Rabu, 13 September 2017 | 16:55 WIB

Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemerintah terus mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk warga Rohingya, tidak hanya dari pemerintah, tapi dari masyarakat, ormas, hingga pengusaha.

Menurutnya, Indonesia tengah menunggu daftar bantuan kemanusiaan yang paling dibutuhkan warga Rohingya dari pemerintah Myanmar maupun ICRC.

"Saya juga sudah menelepon Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan mengatakan sudah ada kesepakatan dengan pemerintah Myanmar, dan yang kita tunggu adalah list barang-barang yang paling dibutuhkan," jelas Retno di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/9).

Indonesia ingin bantuan yang dikirim benar-benar bermanfaat bagi warga Rohingya.

"Kita akan memberikan kontribusi hal-hal yang mereka perlukan. Akan sayang memberikan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang diperlukan mereka," imbuh Retno.

Retno terus berkomunikasi dengan pemerintah Bangladesh dan Myamnar agar bantuan Indonesia bisa diterima dengan baik sampai ke warga Rohingya. Komunikasi juga dijalin dengan organisasi kemanusiaan dan komunitas yang sudah berada di lapangan.

"Message (pesan) kita dipahami bahwa bantuan ini untuk semua pengungsi yang berasal dari Rakhine State," ujar Retno.




Sumber: BeritaSatu TV
ARTIKEL TERKAIT