Kapolri Tekankan Soal HAM kepada Polisi Myanmar

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan pejabat kepolisian Myanmar Brigjen Aum Htay Myint (kiri) di sela acara Konferensi ASEANAPOL ke-37 di Singapura, 13 September 2017. (Mabes Polri)

Oleh: Farouk Arnaz / HA | Rabu, 13 September 2017 | 20:51 WIB

Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan Kepala Divisi kejahatan antar negara (transnational crime) Myanmar Brigjen Aum Htay Myint, di sela acara Konferensi ASEANAPOL ke-37 di Singapura, Rabu (14/9).

Aum mewakili Kepala Kepolisian Myanmar yang tidak bisa hadir karena situasi di dalam negeri Myanmar yang tidak memungkinkan terkait Rohingya.

Dalam pertemuan tersebut Kapolri menawarkan kerjasama pelatihan bagi polisi Myanmar dengan metode yang lebih menghormati hak asasi manusia (HAM) di fasilitas milik Polri.

Hal tersebut disampaikan berkaitan dengan konflik di Negara Bagian Rakhine yang memicu kecaman meluas dari masyarakat internasional termasuk Indonesia.

"Tanpa bermaksud mencampuri urusan dalam negeri Myanmar, kami menawarkan kerjasama berupa pelatihan peningkatan kemampuan dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan modern bertaraf internasional yang dimiliki Polri," kata Tito dalam keterangan pers kepada Beritasatu.com.

Contohnya seperti Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) di Semarang. JCLEC menyediakan berbagai macam pelatihan mulai dari penyidikan kasus terorisme dan pelatihan hak asasi manusia yang kiranya dibutuhkan oleh Myanmar, khususnya dalam menghadapi gejolak di Rakhine.

"Berbagai pelatihan ini dibutuhkan demi terjaganya hak asasi manusia di Myanmar, dan diharapkan para penegak hukum dan aparat negara Myanmar lainnya bisa bertindak lebih baik, tidak menggunakan kekerasan, dengan didukung teknologi tinggi dan metode penyelidikan, termasuk di antaranya adalah cara melakukan interogasi tanpa menggunakan kekerasan," urainya.

Indonesia, Tito melanjutkan, juga mengalami pengalaman yang hampir serupa dengan yang dialami Myanmar saat ini, seperti pemberontakan di Papua dan di Aceh. Khusus untuk Aceh telah selesai melalui meja perundingan.

"Kami dengan senang hati ingin berbagi pengalaman dan best practices, agar konflik di Myanmar dapat cepat selesai dan hak asasi manusia tetap dijunjung tinggi," tambahnya.

Dalam pertemuan ini Kapolri didampingi Duta Besar RI untuk Myanmar, Komjen (Purn) Ito Sumardi, dan beberapa pejabat utama Mabes Polri seperti Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Dwi Prayitno, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Aridono Sukmanto, dan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri Irjen Saiful Maltha.

Ito Sumardi manambahkan bahwa situasi di Myanmar perlu dikelola dengan baik dan Tito yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang counter terrorism tentu dapat dimintai pendapatnya.

"Ini untuk tercapainya perdamaian di Myanmar," tambah Ito yang pernah menjabat Kabareskrim Polri itu.

Brigjen Aum menyambut baik tawaran Tito sebagai wujud kerjasama dan perhatian Indonesia terhadap konflik yang terjadi di Myanmar saat ini termasuk kerjasama peningkatan kemampuan di bidang counter terrorism.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT