Pengadilan Amerika Kukuhkan Hukuman 10 Tahun Kurniawan

Rudy Kurniawan (AFP)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Selasa, 19 September 2017 | 05:39 WIB

New York - Terpidana kasus penipuan asal Indonesia, Rudy Kurniawan, gagal membujuk hakim Amerika Serikat untuk mencabut hukuman 10 tahun penjara yang dia dapat karena terbukti memalsukan merek wine senilai US$ 30 juta.

Dalam sidang di Manhattan, New York, Senin (18/9) waktu setempat, Hakim Richard Berman menolak argumen Kurniawan bahwa pengacara yang mendampingi dia dalam sidang sebelumnya tidak sah, pasalnya mereka tidak mengajukan permohonan pra-sidang untuk mengesampingkan barang bukti atau suppress evidence.

Dalam sistem hukum Amerika, terdakwa diberikan hak untuk meminta hakim mengesampingkan barang bukti tertentu sebelum sidang dimulai atau motion to suppress evidence.

Jika permintaan itu diluluskan, jaksa atau hakim bisa membatalkan persidangan -- dengan kata lain terdakwa bebas tanpa disidang.

Namun Hakim Berman mengatakan tidak adanya permintaan pra-sidang itu hanya 'keputusan strategis' pengacara saja. Mengesampingkan barang bukti juga percuma karena pihak berwajib punya alasan kuat untuk menuduh Kurniawan menjual wine Burgundy yang "langka dan mahal" namun palsu, kata hakim.

Kurniawan, 40, ditangkap di rumahnya di Arcadia, California, pada 8 Maret 2012. Biro Penyidik Federal (Federal Bureau of Investigation/ FBI) menemukan tumpukan krat dan botol wine setinggi 4,5 meter dekat pintu depan rumahnya. Menurut jaksa, Kurniawan mengoplos wine palsu di dapurnya.

Ketika masih berusia 20an tahun, Kurniawan sudah mendapat nama sebagai penikmat anggur papan atas dan dijuluki “Dr. Conti” karena kegemarannya atas wine Burgundy, termasuk yang diproduksi Domaine de la Romanee-Conti.

Pada Desember 2015, pengadilan federal menolak bandingnya. Dia ditahan di Taft Correctional Institute, California, tanpa peluang bebas bersyarat sampai paling tidak Januari 2021.




Sumber: Reuters
ARTIKEL TERKAIT