Pria yang Menyelamatkan Dunia Meninggal tetapi Tidak Ada yang Tahu

Stanislav Petrov, mantan letkol AU Uni Soviet, yang bertugas mengawasi satelit saat era Perang Dingin 1980-an. Petrov meninggal dunia di usia 77 tahun, Mei 2017. (AP/Pavel Golovkin)

Oleh: Faisal Maliki Baskoro / FMB | Rabu, 20 September 2017 | 18:26 WIB

Moskow - Stanislav Petrov adalah letnan kolonel di Angkatan Udara Uni Soviet di era Perang Dingin tahun 1980-an. Tugasnya adalah mengawasi kemungkinan Amerika Serikat meluncurkan senjata nuklir.

Pada suatu malam menjelang pagi 26 September 1983, komputer satelit pengawas Uni Soviet tiba-tiba membunyikan alarm, mengindikasikan AS melancarkan lima peluru kendali antarbenua berhulu ledak nuklir.

"Sirene berbunyi, tetapi saya hanya duduk terdiam beberapa detik memandang layar komputer yang mengeluarkan peringatan bertuliskan 'launch/meluncur' berwarna merah," kata Petrov dalam sebuah wawancara dengan BBC tahun 2013 lalu.

Saat itu ketegangan Perang Dingin tengah tinggi-tingginya. Pada 1 September 1983, Uni Soviet menembak jatuh pesawat Korean Air Lines yang masuk ke wilayah udaranya, menewaskan semua 269 penumpang termasuk seorang anggota kongres AS. Insiden ini membuat AS dan Uni Soviet saling mengancam dan memperingatkan.

Kembali ke Petrov. Dia harus mengambil keputusan cepat karena peluru kendali AS bisa mencapai Uni Soviet dalam 20 menit.

"Tidak ada peraturan berapa lama maksimal waktu untuk mengambil keputusan sebelum melaporkan serangan. Tetapi kami menyadari tiap detik terbuang adalah waktu yang berharga. Militer dan pemimpin politik harus dikabari segera. Yang perlu saya lakukan adalah menelepon langsung ke atasan - tetapi saya tidak dapat bergerak," kata Petrov.

Naluri Petrov mengatakan ada yang tidak beres.

Dia dilatih untuk mengantisipasi serangan penuh menggunakan nuklir dari AS tetapi satelit hanya mendeteksi segelintir rudal. Ditambah lagi, sistem itu masih baru. Petrov tidak mempercayai peringatan sistem.

Beberapa menit penuh ketegangan berselang, Petrov akhirnya memutuskan untuk tidak mengabarkan peringatan sistem ke komandannya. Dia mengecek apakah ada kerusakan.

Ternyata naluri Petrov benar.

"Sekitar 23 menit kemudian saya menyadari tidak ada insiden. Jika benar ada serangan nuklir, maka saya pasti akan mengetahuinya. Melegakan sekali waktu itu," kata Petrov.

Jika Petrov mengabari ada serangan nuklir saat itu, maka perang dunia III akan pecah dan dampaknya akan sangat luar biasa.

Petrov meninggal dunia pada 19 Mei lalu di usia 77 tahun di wilayah suburban di luar Moskow, namun berita meninggalnya Petrov baru sampai ke media pada Senin (18/9) lalu. Meninggalnya Petrov baru diketahui ketika Karl Schumacher, seorang aktivis politik Jerman, ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Petrov awal bulan ini. Putra Petrov, Dmitri, menjawab panggilan Schumacher dan mengatakan ayahnya telah meninggal dunia Mei lalu.

Kisah Petrov menyelamatkan dunia dari kehancuran tidak diketahui banyak orang. Baru setelah Uni Soviet runtuh, kisahnya diketahui orang-orang. Pengalaman Petrov ini pernah diangkat menjadi film berjudul The Man Who Saved The World yang dimainkan aktor Kevin Costner.

Petrov tidak pernah menganggap dirinya pahlawan. "Itu adalah tugas saya. Dunia beruntung saya yang bertugas malam itu".




Sumber: NPR
ARTIKEL TERKAIT