Kazuo Ishiguro Raih Nobel Sastra 2017

Kazuo Ishiguro. (Istimewa)

Oleh: Dina Fitri Anisa / WBP | Jumat, 6 Oktober 2017 | 10:32 WIB

Stockholm - Penulis Inggris berdarah Jepang, Kazuo Ishiguro (62) memenangkan hadiah Nobel untuk Sastra 2017 yang diumumkan oleh Akademi Swedia tepat pukul 13.00 waktu Stockholm, Kamis (5/10). Tak heran, penulis novel The Remains of the Day (1989) yang diadaptasi film Anthony Hopkins ini pernah membawanya memenangkan Man Booker.

Selama ini Ishiguro telah menulis delapan buku yang telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa, dan sekian besar diadaptasi film dan seri televisi. Ketika dihubungi oleh BBC, dia mengaku belum dihubungi komite Nobel dan tidak yakin apakah itu tipuan atau bukan.

Ishiguro berharap hadiah Nobel tersebut akan menjadi kekuatan untuk selamanya. "Dunia berada dalam momen yang sangat tidak pasti dan saya berharap semua hadiah Nobel akan menjadi kekuatan untuk sesuatu yang positif di dunia seperti pada saat ini. Saya akan terharu jika saya bisa menyumbang suasana positif pada saat yang tidak pasti saat ini," ungkapnya kepada BBC, yang dilansir pada Jumat (6/10).

Ternyata, pilihan Swedish Academy tahun ini sudah diprediksi Clemens Poellinger, seorang kritikus sastra Swedia. “The Academy adalah kelompok yang sangat bijaksana dan kita tidak seharusnya menantikan apa pun yang sensasional tahun ini,” katanya.

Tema-tema dalam karyanya yang paling banyak adalah tentang kenangan, waktu, dan khayalan diri. Novel terakhir Kazuo Ishiguro berjudul The Buried Giant (2015) mengeksplorasi bagaimana kenangan terlupakan, dan fantasi terhadap kenyataan. Novel dystopia karyanya Never Let Me Go (2005) juga berhasil diadaptasi ke dalam bentuk layar lebar dan drama seri Jepang.

Bukan hanya menulis buku, Ishiguro juga menulis cerita pendek dan skenario. Namanya bahkan tercatat menulis beberapa lirik, termasuk The Ice Hotel, I Wish I Could Go Travelling Again, Breakfast on the Morning Tram, Waiter Oh Waiter, dan The Changing Lights. Kecintaannya pada menulis sudah dirasakan sejak lama, mengingat ia mengambil kelas khusus menulis kreatif saat menuntaskan pendidikan master di University of East Anglia.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT