PBB: Koalisi Arab Saudi Bertanggung Jawab atas Pembunuhan Ratusan Anak di Yaman

Serangan udara dari koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi membombardir sebuah gedung resepsi di Sana, pada hari Sabtu (8/10). Serangan ini menewaskan 100 orang lebih yang sebagian besar warga sipil yang tengah menghadiri upacara pemakaman. (AFP)

Oleh: Faisal Maliki Baskoro / FMB | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 20:33 WIB

Riyadh - Persatuan Bangsa-Bangsa memasukkan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi ke dalam daftar hitam pelaku pelanggar hak-hak anak karena serangan militer mereka terhadap Yaman.

Pada Kamis (5/10), PBB mengatakan bahwa aliansi Saudi yang terbentuk pada 2015 telah membunuh dan melukai 683 anak dan melakukan serangan terhadap 38 sekolah dan rumah sakit selama 2016. Aliansi Saudi ini terdiri dari Kuwait, Yordania, Maroko, Bahrain, UEA, Mesir, Malaysia, Sudan, dan Senegal.

Laporan tahunan PBB tentang anak-anak yang terperangkap dalam konflik bersenjata juga menyebutkan bahwa di sisi lain, koalisi Saudi juga melakukan upaya-upaya melindungi anak.

Duta besar Saudi untuk PBB Abdallah al-Mouallimi mengatakan bahwa laporan PBB tidak akurat dan menyesatkan. "Kami melakukan segala upaya untuk mencegah jatuhnya korban sipil".

PBB juga menyebutkan pemberontak Hutsi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya 414 anak-anak. Menurut data PBB, konflik Yaman telah menelan korban 502 anak, dan 838 anak terluka selama tahun 2016.

Perang sipil di Yaman berlangsung sejak September 2014, setelah pemberontak Hutsi yang didukung sipil merebut Ibu Kota Sanaa dan menggulingkan pemerintahan Abd-Rabbu Mansour Hadi. Saudi dan koalisinya adalah pendukung Pemerintahan Mansour Hadi. Lebih dari 10.000 orang terbunuh dan 3 juta orang kehilangan tempat tinggal. Kini 17 juta orang di Yaman menghadapi bahaya kelaparan.




Sumber: Aljazeera
ARTIKEL TERKAIT