Indonesia-Italia Pererat Hubungan Bilateral

Retno LP Marsudi (Antara)

Oleh: Unggul Wirawan / WIR | Selasa, 10 Oktober 2017 | 17:06 WIB

Roma -  Indonesia dan Italia mempererat hubungan bilateral di berbagai bidang. Sebagai salah satu negara di Uni Eropa (UE), Italia merupakan salah satu mitra penting Indonesia. Italia juga merupakan mitra dagang ketiga terbesar Indonesia di UE.

Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Italia, Angelino Alfano di Roma, Italia, Senin (9/10). Seperti dilaporkan situs kemlu.go.id, pada pertemuan tersebut, kedua Menlu membahas isu-isu perdagangan bilateral dan investasi yang menjadi perhatian utama kedua negara.

Menlu Retno menegaskan, pengusaha Italia, terutama di bidang energi dan infrastuktur telah lama berkiprah di Indonesia. "Perekonomian Indonesia yang terbuka semakin banyak membuka peluang bagi kerja sama pelaku usaha kedua negara di berbagai bidang lain," katanya.

Sebaliknya Menlu Italia, Angelino Alfano juga menyambut baik pandangan Indonesia dan menyebutkan peran penting dan strategis Indonesia tidak saja bagi Italia, tetapi bagi Uni Eropa. Khusus isu kelapa sawit, Menlu Retno menekankan pentingnya "fair treatment" dan mencegah tindakan diskriminasi terhadap kelapa sawit Indonesia.

"Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Italia sebagai salah satu importir terbesar kelapa sawit Indonesia yang turut mendukung industri kelapa sawit di Tanah Air," papar Menlu Retno.

Menlu Retno juga memberikan gambaran kepada Menlu Alfano bahwa industri kelapa sawit mendapat perhatian besar Pemerintah Indonesia karena menyangkut hidup sekitar 20 juta penduduk Indonesia.

Selain isu perdagangan bilateral, kedua Menlu juga membahas perkembangan negosiasi RI-EU CEPA yang masih berlangsung. Menlu RI menegaskan, keberhasilan negosiasi tersebut akan membuka kesempatan kerja sama ekonomi bagi negara-negara di kawasan, termasuk Italia.

Pada pertemuan tersebut, Indonesia juga mengangkat kerja sama interfaith dialogue.
Menlu Retno berpandangan bahwa bahwa Italia adalah salah satu mitra penting bagi Indonesia. Dia menyambut baik pelaksanaan seminar interfaith dialogue di Roma untuk keempat kalinya pada Kamis (11/10). Seminar kali ini mengambil tema "pluralism and integration".

Kedua Menlu juga melakukan tukar pikiran mengenai penanganan isu migrasi di masing-masing kawasan. Indonesia menjelaskan mengenai peran aktif Indonesia dalam penanganan isu migrasi di kawasan melalui “Bali Process”.

Kedua Menlu sepakat pentingnya melakukan kerja sama dengan negara asal, termasuk melalui pembangunan ekonomi yg inklusif.

Sebelum pertemuan bilateral dengan Menlu Italia, Menlu RI Retno Marsudi juga hadir pada acara dialog yang dihadiri lebih dari 50 pengusaha besar dan think tank Italia.

Dialog tersebut diselenggarakan oleh Italy-ASEAN Association dan dipimpin oleh Executive Vice President Association, Ambassador Pipan.

Pada kesempatan dialog Menlu Retno menjelaskan perkembangan dan kesempatan ekonomi yang ditawarkan Indonesia, serta berbagai kesempatan dan tantangan di ASEAN.

Italia menempati peringkat ke-19 sebagai negara di dunia yang menjadi tujuan ekspor non-migas Indonesia. Sementara untuk kawasan Eropa Barat, menduduki peringkat ke-3 di bawah Belanda dan Jerman. Italia juga menjadi negara tujuan ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia terbesar untuk wilayah Uni Eropa serta mitra pengembang industri kreatif Indonesia.

Total perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2016 sebesar US$ 2,96 miliar dengan surplus US$ 185 juta untuk Indonesia. Wisatawan Italia berjumlah 71.481 orang dan jumlah WNI di Italia mencapai 2.614 orang.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT