Korban Jiwa di Kebakaran California Bertambah

Ilustrasi kebakaran. (Istimewa)

Oleh: Unggul Wirawan / WIR | Rabu, 11 Oktober 2017 | 18:01 WIB

California - Jumlah korban tewas akibat kebakaran di California, Amerika Serikat (AS) bertambah menjadi 17 orang. Pada Selasa (10/10) situs Washington Post yang mengutip pejabat setempat menyebut 180 orang dilaporkan hilang sehingga membuka kemungkinan korban tewas masih akan bertambah.

Api bergerak cepat menjalar di kawasan perkebunan penghasil minuman anggur di California. Sekitar 25.000 orang di kawasan Napa, Sonoma dan Yuba mengungsi untuk menyelamatkan diri. Lebih dari 2.0000 bangunan hangus terbakar dalam salah satu kebakaran terburuk di wilayah tersebut.

"Kebakaran ini terjadi di lingkungan sekitar sebelum ada yang tahu ada kebakaran, dalam banyak kasus. Ini kehancuran seutuhnya dan butuh beberapa saat untuk keluar dan melewati semua ini.," kata Kepala CalFire Ken Pimlott dalam sebuah konferensi pers.

Pada Selasa (10/10), ruang lingkup kerusakan tersebut membuat Presiden Trump menyetujui bantuan darurat federal ke California. Trump menyetujui permintaan yang dibuat oleh Gubernur Jerry Brown.

Deklarasi tersebut, yang diumumkan oleh Wakil Presiden Pence saat berkunjung ke Kantor Pelayanan Darurat negara bagian dekat Sacramento. Pemerintah segera menyediakan dana untuk membersihkan puing-puing dan pasokan untuk pusat-pusat evakuasi, di antara bantuan lainnya.

Salah satu pemilik kebun anggur, Marian Williams dari Kenwood, Sonoma County, mengatakan bahwa dia dan tetangganya menyelamatkan diri dengan konvoi kendaraan. "Ini neraka yang belum pernah kita lihat sebelumnya," katanya kepada wartawan NBC.

Ken Moholt-Siebert mengatakan bahwa menurutnya propertinya mungkin hancur lebur setelah dia dan keluarganya melarikan diri dari kebakaran yang terjadi pada Minggu (8/9) malam.

"Kobaran api mengepung kami. Saya merasa dihujani oleh asap dan bara. Semua berlangsung sangat cepat," tutur Ken kepada LA Times.

Sebanyak tujuh orang meninggal di kawasan Sonoma, dua orang meninggal di Napa dan satu orang meninggal di kawasan Mendocino ketika ribuan hektar lahan kebun anggur hangus terbakar.

Gubernur California sudah mengumumkan keadaan darurat. "Api sudah menghancurkan bangunan dan terus mengancam ribuan rumah lainnya yang mengharuskan evakuasi ribuan warga," bunyi pengumuman darurat.

Kepala Pemadam Kebakaran California, Kim Pimlott mengungkapkan, setidaknya 1.500 bangunan hangus terbakar. Belum diketahui darimana sumber api berasal.
Pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan api. Pemerintah setempat akan meminta bantuan damkar dari negara bagian lain.

Angin kencang dan udara yang lembap serta cuaca panas dan kering membuat api cepat membesar. Hal itu menyulitkan tim damkar untuk menjinakkan api.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT