Galau, Catalonia Belum Respons Ultimatim Spanyol

Bendera "Estelada" dibawa pendukung Catalonia merdeka. (AFP)

Oleh: Jeanny Aipassa / WIR | Kamis, 12 Oktober 2017 | 19:48 WIB

Madrid - Pemimpin separatis Catalonia belum merespon pernyataan PM Rajoy. Namun sejumlah pengamat menilai posisi Presiden Catalonia Carles Puigdemont kian terjepit. Sebaliknya Rajoy membalik keadaan dan berada di atas angin.

Jika Puigdemont akhirnya memastikan bahwa dia memproklamirkan kemerdekaan, pemerintah pusat akan mengambil alih Catalonia dengan mengaktifkan pasal 155 konstitusi. Sebaliknya, Puigdemont akan ditinggalkan partai CUP yabg mendukungnya, jika tidak mendeklarasikan kemerdekaan Catalonia.

"Jika Puigdemont tetap ambigu, gerakan pro-kemerdekaan akan semakin terfragmentasi. Sebaliknya jika Puigdemont berkeras mempertahankan kemerdekaan, maka Rajoy akan dapat menerapkan Pasal 155," kata Antonio Barroso, wakil direktur firma riset Teneo Intelligence yang berbasis di London.

Menurut dia, Rajoy menunjukkan kepemimpinan yang tegas dengan mengumumkan akan mengaktifkan pasal 155 bagi Catalonia, jika tetap memaksa untuk mendeklarasikan kemerdekan.

"Bagaimanapun, tujuan Rajoy adalah mengembalikan peraturan hukum di Catalonia dan dapat menyebabkan pemilihan awal di wilayah ini," kata Barroso.

Catalonia adalah salah satu daerah terkaya di Spanyol, namun sejumlah perusahaan telah mengumumkan rencana untuk memindahkan kantor pusat ke luar provinsi sebagai tanggapan terhadap krisis tersebut.

Uni Eropa telah memperjelas bahwa jika Catalonia berpisah dari Spanyol, wilayah tersebut akan berhenti menjadi bagian dari UE. Hal itu menjadi taruhan besar dan riskan bagi Catalonia.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT