Pemerintah Italia Kagumi Falsafah Pancasila

Lambang Burung Garuda. (Antara)

Oleh: / YUD | Kamis, 12 Oktober 2017 | 15:50 WIB

Jakarta - Pemerintah Italia mengagumi nilai-nilai Pancasila sebagai suatu contoh ideal pemersatu bangsa, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis (12/10).

Pemerintah Italia memandang nilai-nilai Pancasila yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dapat dijadikan contoh proses integrasi berbangsa di Italia.

Oleh karena itu Pemerintah Italia mengajak Indonesia berbagi praktik-praktik terbaik melalui Dialog Lintas Keyakinan yang bertajuk "Pluralism and Integration in Indonesian and Italian Societies: Perspective, Opportunities, Challenges" di Kementerian Luar Negeri Italia, Roma pada Rabu (11/10).

"Indonesia dan Italia memiliki pemahaman yang sama atas pentingnya mempromosikan dialog lintas keyakinan, utamanya di tengah meningkatnya intensitas isu terorisme, ekstremisme dan radikalisme," kata Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kementerian Luar Negeri RI, Cecep Herawan.

Menurut Cecep, Pemerintah Indonesia sendiri berkomitmen untuk mempromosikan dialog lintas keyakinan dengan mengedepankan pendekatan sosial budaya melalui pemberdayaan para pemangku kepentingan, khususnya pemuka agama, tokoh nasional, akademisi, serta generasi muda.

Sementara itu, Profesor Azyumardi Azra dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, yang menjadi salah satu pembicara dari Indonesia, menjelaskan bahwa kelima sila Pancasila menegaskan prinsip penerimaan terhadap siapapun yang menjadi bagian bangsa.

Hal serupa disampaikan oleh Presiden Comunita Religiosa Islamica Italia (COREIS), Imam Yahya Pallavicini. Dia juga menyebutkan bahwa semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" sangat relevan dalam proses integrasi masyarakat Italia.

Selain itu, kebijakan Pemerintah Indonesia yang mengedepankan keterlibatan kaum muda dapat menjadikan proses tersebut berjalan lebih efektif untuk jangka panjangnya.

Isu integrasi saat ini memang sedang mengemuka di Italia. Dengan angka penerimaan pengungsi dan pencari suaka tertinggi di Uni Eropa, Pemerintah Italia memandang penting proses asimilasi sosial budaya antara kaum migran dengan penduduk setempat.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT