Ilustrasi
Untuk memantau penghentian kekerasan bersenjata di negara tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meminta Indonesia untuk menambah 10 personel pengamat militernya yang ditugaskan  di Suriah.

Sebelumnya, Indonesia telah menugaskan enam personil  pengamat militernya yang bertugas di misi-misi PBB di Sudan, Liberia, Kongo dan Lebanon untuk bergabung dengan misi PBB di Suriah, yaitu United Nations Supervision Mission in Syria (UNSMIS). Ini dibentuk untuk memantau penghentian kekerasan bersenjata dalam segala bentuk di  Suriah, setelah negara itu dilanda konflik berkepanjangan.

“Kami akan segera kirim 10 orang lagi sehingga jumlahnya menjadi 16 orang.  Kami sedang menunggu otorisasi perjalanannya dari PBB,” ujar Brigjen Imam Edy Mulyono, Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian dalam  jumpa pers di kompleks Indonesian Peace and Security Center (IPSC),  Sentul, Bogor pada hari Jumat (04/05).

Ia mengatakan bahwa permintaan  tambahan 10 personel itu sudah ditindaklanjuti dan dipersiapkan para  perwira Tentara Nasional Indonesia, yang memang sudah dalam posisi siap diberangkatkan kapan saja.

Imam menambahkan bahwa  PBB telah melakukan pergeseran enam pengamat militer Indonesia yang  bertugas di misi-misi lain untuk bergabung dengan UNSMIS atas persetujuan pemerintah Indonesia.

Dua dari enam pengamat militer  Indonesia itu adalah perempuan, yaitu Mayor Ratih Pusparni dan Kapten Nani Kusminati dari UN Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Saat ini Mayor Ratih telah tiba di Suriah dan ditempatkan di Hom, sementara yang lain  masih menjalani proses administrasi keberangkatan.

“Tahun ini kami juga membentuk Batalion Mekanis yang dipersiapkan untuk bisa berangkat kapan saja dan bisa bergabung dalam United Nations Standby  Arrangements System atau UNSAS dan dapat diterjunkan ke  daerah misi sesegar mungkin,” ujar Imam.

Saat ini sekitar 1.974  personil pasukan pemeliharaan dari Indonesia yang ditugaskan di tujuh  misi perdamaian PBB di berbagai belahan dunia dan jumlah yang terbesar  adalah yang ditugaskan di Lebanon bersama dengan 1.456 personil.

Penulis: