Diguncang Gempa 7,3 SR, 140 Warga Iran dan Irak Tewas

Ilustrasi (Twitter)

Oleh: Unggul Wirawan / WIR | Senin, 13 November 2017 | 17:10 WIB

Baghdad - Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter mengguncang wilayah perbatasan Iran dan Irak, Minggu (12/11). Dilaporkan, bencana ini telah menewaskan 140 orang di Iran, dan lebih dari 1.000 orang terluka.

Survei Geologi AS (USGS) menyatakan gempa dahsyat pada hari Minggu melanda dekat Halabjah, tenggara Sulaymaniyah, sebuah kota di wilayah Kurdi semi-otonom di Irak utara. Guncangan gempa dirasakan hingga wilayah Qatar, Turki, Israel dan Kuwait, pukul 21.18 waktu setempat. Sementara episentrum gempa berada pada kedalaman 33,9 km.

Kantor berita Iran ISNA menyatakan setidaknya 61 orang tewas dan 300 lainnya cedera di provinsi Kermanshah di perbatasan Irak. Sebagian besar korban diyakini berada di kota Sarpol-e Zahab.

Media Iran melaporkan tim penyelamat telah ditempatkan di daerah tersebut di tengah kekhawatiran jumlah korban tewas akan meningkat.

Sebelumnya pada Minggu, kepada kantor berita IRNA yang dikelola Iran, Faramarz Akbari, Gubernur kota Qasr-e Shirin Iran, telah mengatakan setidaknya ada dua korban jiwa. Akbari juga memperkirakan kerusakan tidak mungkin besar karena ada pemadaman listrik yang luas

Dilintasi beberapa garis patahan utama, Iran adalah salah satu negara yang paling aktif secara seismik di dunia. Pada tahun 2003, gempa berskala 6,6 SR meratakan kota bersejarah Bam di tenggara Iran. Gempa tersebut menewaskan sekitar 26.000 orang.

Seperti dikutip CNN, Omar Ahmad, Gubernur Sulaimaniya, mengatakan empat orang tewas di Irak timur dan puluhan lainnya cedera di kota Darbandikhan, Irak. .
Gempa tersebut, yang berpusat di sekitar 350 kilometer sebelah utara Baghdad, dirasakan di seluruh Irak, menurut Survei Geologi AS.

Organisasi Meteorologi Irak mengeluarkan peringatan lewat TV Negara Irak yang mendesak warga agar menjauh dari bangunan dan menahan diri untuk tidak menggunakan lift.

Di Irak, gempa tersebut memicu kepanikan, sehingga warga yang melarikan diri dari rumah mereka ke jalanan. Masjid di Baghdad, ibu kota Irak telah mengumandangkan doa melalui pengeras suara.

 

 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT