Spanyol Cabut Perintah Penahanan Puigdemont

Bendera "Estelada" dibawa pendukung Catalonia merdeka. (AFP)

Oleh: Jeanny Aipassa / WIR | Rabu, 6 Desember 2017 | 17:33 WIB

Madrid - Mahkamah Agung (MA) Spanyol, Selasa (5/11), mencabut perintah penanahan internasional mantan pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, dan empat mantan menteri kabinetnya yang melarikan diri ke Belgia.

Hakim Agung Spanyol, Pablo Llarena, mengatakan pencabutan penahanan itu hanya berlaku untuk eropa dan internasional, bukan domestik. Dengan demikian ketiga politisi Catalonia tersebut dapat ditangkap sesuai tuduhan terhadap mereka, jika kembali ke Spanyol.

Llarena menegaskan, dia mencabut perintah penahanan internasional terhadap Puigdemont dan empat menteri Catalonia karena mempertimbangkan niat mereka untuk kembali ke Spanyol untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum (pemilu) regional Catalonia.

Namun Pengacara Puigdemont, Paul Bekaert, mengatakan bahwa Puigdemont tidak berencana kembali ke Spanyol dalam jangka waktu dekat ini, meskipun telah mengumumkan mencalonkan diri dalam pemilu Catalonia yang akan berlangsung 21 Desember 2017.

“Untuk saat ini, dia (Puigdemont, Red) tetap tinggal di Belgia,” kata Bekaert, melalui siaran VTM, di Brussels, Selasa.

Juru Bicara MA Spanyol mengatakan, dengan pencabutan perintah penahanan internasional, Puigdemont dan keempat mantan menteri Catalonia dapat bepergian ke negara lain di eropa dan internasional. Namun jika mereka kembali ke Spanyol maka mereka dapat ditangkap sesuai surat perintah penahanan oleh Pengadilan Spanyol.

Puigdemont dan empat menteri Catalonia yang melarikan diri ke Belgia, tengah menghadapi gugatan melakukan pembangkangan dan menghasut. Kelimanya juga akan menghadapi sidang ekstradisi di Pengadilan Brussels pada 14 Desember 2017.

Dalam putusannya, Llorena mengatakan Hakim Belgia bisa saja memilih untuk melawan permintaan Spanyol tersebut atau setuju untuk mengirim kelima orang tersebut diekstradisi ke Spanyol.

Kemungkinan itu disebutkan oleh hakim Llorena dalam dokumen putusan setebal sembilan halaman tentang penarikan perintah penahanan Puigdemont dan empat menteri Catalonia. Dia menegaskan, tanggung jawab harus dibagi di antara semua terdakwa, dan pencabutan penahana itu bersifat individu bukan kelompok.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT