Menlu RI: Pengumuman Trump Bahayakan Perdamaian Palestina-Israel

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Antara/Puspa Perwitasari)

Oleh: / JAS | Kamis, 7 Desember 2017 | 08:29 WIB

Tangerang Selatan- Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai wilayah Israel telah membahayakan proses perdamaian Palestina dan Israel.

"Kita sangat concern dengan rencana itu, dan kalau jadi dilakukan kita khawatir akan membahayakan proses perdamaian itu sendiri," katanya di Gedung Indonesia Conference and Exhibition (ICE) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (7/12).

Pemerintah Indonesia menilai bahwa pengumuman Trump yang dilakukan di Gedung Putih Washington DC, Rabu (6/12), pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 01.00 WIB itu, akan merusak stabilitas kawasan Timur Tengah yang sebagian besar penyebabnya adalah konflik Palestina dan Israel.

"Kita juga khawatir pengumuman itu akan menciptakan instabilitas di kawasan Timur tengah, jadi posisi kita sangat jelas," kata Retno.

Pada Rabu (6/12) pukul 13.00 waktu setempat, Trump telah mengumumkan secara resmi pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai wilayah Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Trump menyebut pengakuan Yerusalem sebagai milik Israel tidak lain sebagai pengungkapan fakta sebagaimana mestinya.

Padahal, Palestina akan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota saat benar-benar merdeka karena wilayah tersebut masih dicaplok Israel.

Selain Indonesia yang terus mendukung kemerdekaan Palestina, kecaman atas rencana AS itu disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guteres, Paus Fransiskus, Tiongkok, Uni Eropa, dan bahkan dari negara-negara sekutu AS.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT