Antisipasi Serangan Korut, Jepang Siapkan Dana Rp 350,9 Triliun

Rudal milik Korea Utara. (AFP)

Oleh: Natasia Christy Wahyuni / WIR | Kamis, 7 Desember 2017 | 18:03 WIB

Tokyo - Pemerintah Jepang berencana mengumpulkan anggaran tambahan sekitar 2,9 triliun yen (US$ 25,9 miliar atau Rp 350,9 triliun) untuk tahun fiskal sampai Maret mendatang. Dana itu salah satunya akan dipakai untuk membiayai pengeluaran pertahanan rudal di tengah meningkatnya ketegangan dengan Korea Utara dan langkah-langkah baru ekonomi.

Korut telah menguji puluhan rudal balistik, termasuk dua yang terbang di atas Jepang, dan melakukan uji bom nuklir keenam dan yang terbesar pada September lalu. Menurut sumber-sumber terpercaya yang tidak disebutkan namanya, Jepang sedang bersiap untuk menghasilkan rudal-rudal presisi yang pertama kalinya memiliki kemampuan untuk menyerang situs-situs rudal Korut.

Anggaran ekstra tersebut juga akan dipakai untuk memberikan bantuan keuangan bagi perusahaan kecil dan menengah untuk melakukan inovasi dan membangun lebih banyak penitipan balita untuk keluarga yang orangtuanya bekerja. Keduanya adalah bagian dari kebijakan baru yaitu revolusi produktivitas Perdana Menteri Shinzo Abe.

Anggaran itu juga akan membantu negara mengatasi dampak negatif dari kesepakatan perdagangan bebas seperti Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi dengan Uni Eropa (UE).

Untuk mendanai anggaran tambahan, pemerintah berencana menjual sekitar 1,2 triliun yen obligasi konstruksi dan menutupi sebagian besar sisanya dengan pelunasan sisa utang. Pemerintah Jepang, selama bertahun-tahun, memiliki perkiraan biaya pelunasan utang terlalu besar ketika menyusun anggaran awal dan memakai sisanya untuk anggaran tambahan.

Sementara itu, pesawat pengebom Amerika Serikat (AS) B-1B dilaporkan terbang di atas Korea Selatan, Rabu (6/12), sebagai bagian dari latihan gabungan militer, seminggu setelah Korut menembakkan rudal balistik antarbenua yang bisa mencapai AS. Pesawat pengebom itu bergabung dengan pesawat tempur siluman F-22 dan F-35 sebagai simulasi serangan di lahan militer.

Militer Korsel menyatakan kedua negara sekutu dalam latihan menunjukkan keinginan dan kemampuan mereka untuk membalas dendam terhadap ancaman rudal dan nuklir Korut. AS dan Korsel memulai latihan selama lima hari, disebut sebagai “Vigilant Ace” sejak Senin (4/12) karena meningkatnya ketegangan dengan Korut.

Latihan tahunan itu yang melibatkan piranti tidak biasa yaitu sejumlah besar generasi terakhir jet tempur siluman AS. Sekitar 12.000 anggota militer AS termasuk dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara, juga bergabung dengan pasukan Korsel.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT