Jokowi Akan Hadiri Sidang OKI Bahas Jerusalem

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menkopolhukam Wiranto (ketiga kiri), Mensesneg Pratikno (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kiri), Menkominfo Rudiantara (kanan), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan) dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir (ketiga kanan) menyampaikan pernyataan sikap terkait pernyataan sepihak Amerika Serikat atas diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 7 Desember 2017. (Antara/Puspa Perwitasari)

Oleh: / WBP | Kamis, 7 Desember 2017 | 13:48 WIB

Bogor- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan datang langsung ke Sidang Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk membahas pengakuan sepihak Amerika Serikat (AS) terhadap keputusan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Yang jelas kalau OKI sudah memutuskan untuk segera bersidang, saya akan datang langsung di sidang OKI tersebut," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (7/12).

Presiden menyebutkan Sidang OKI dimaksud akan digelar di Istanbul, Turki sekitar tanggal 13 Desember 2017. "Kurang lebih tanggal 13 Desember ini karena kita sudah hubungi hampir semua negara OKI," tuturnya.

Jokowi menyebutkan komunikasi dengan negara-negara OKI terus dilakukan sehingga muncul tanggal 13 Desember 2017 di Istanbul, Turki.

Mengenai dampak langkah AS terhadap hubungan RI-AS, Jokowi mengatakan belum mengetahui apakah keputusan sepihak AS mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel akan berdampak kepada hubungan RI-AS.

Ketika ditanya apakah Indonesia akan mengirim nota diplomatik kepada AS, Jokowi mengatakan Menlu akan menindaklanjuti. "Nanti akan ditindaklanjuti oleh Kemlu," ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada komunikasi dengan Presiden Trump, Jokowi mengatakan nanti setelah Sidang OKI. "Nanti setelah Sidang OKI, yang paling penting sidang OKI," katanya.

Selain berkomunikasi dengan OKI, Pemerintah Indonesia meminta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) segera bersidang membahas pengakuan sepihak Pemerintah AS terhadap Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel. "Pemerintah Indonesia meminta PBB untuk segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika Serikat," kata Presiden Joko Widodo.

Jokowi yang didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja dan Staf Khusus Presiden, menyebutkan Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB di mana Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya. "Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," katanya.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT