Amerika: Rudal yang Jatuh di Riyadh Buatan Iran

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley menunjukkan puing rudal di Washington, 14 Desember 2017. Rudal tersebut menurut dia dibuat oleh Iran dan kemudian ditembakkan ke Riyadh oleh para pemberontak Yaman. (AFP)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Jumat, 15 Desember 2017 | 03:42 WIB

Washington - Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley menunjukkan "bukti konkret" bahwa rudal balistik yang ditembakkan oleh para pemberontak Houthi di Yaman ke arah Arab Saudi bulan lalu adalah buatan Iran.

Haley menuduh Teheran melakukan pelanggaran nyata atas kewajiban yang diberikan oleh Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan aktivitas rudalnya.

Berdiri di sebuah gudang milik militer di Washington tepat di depan puing rudal dimaksud, Kamis (14/12) waktu setempat, Haley mengatakan bahwa "sidik jari" Iran ada di mana-mana di senjata itu, yang ditembakkan ke bandara di Riyadh pada 4 November.

"Ini dibuat di Iran lalu dikirim ke para militan Houthi di Yaman," kata Haley.

"Dari sana, rudal ini kemudian ditembakkan ke bandara sipil dengan potensi membunuh ratudan warga sipil tak bersalah di Arab Saudi."

Alireza Miryousefi, juru bicara delegasi Iran di PBB, membantah klaim Amerika tersebut.

"Yang disebut bukti ini, dan dipamerkan ke masyarakat hari ini, hanyalah rekayasa seperti dalam beberapa peristiwa lain sebelum ini," ujarnya.

Delegasi Iran mengatakan tuduhan yang dilontarkan oleh Haley bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari perang brutal di Yaman yang dipimpin Arab Saudi, sekutu utama AS.

Haley menyerukan agar Dewan Keamanan bersikap lebih keras ke Iran, dibarengi tuduhan bahwa Teheran membuat perjanjian jual beli senjata ilegal di Yaman, Lebanon, dan Suriah.

Sebuah laporan rahasia kepada Dewan Keamanan menyebutkan bahwa para pejabat PBB telah memeriksa puing-puing rudal yang ditembakkan ke Arab Saudi dan tidak ada kesimpulan tegas apakah memang berasal dari pemasok di Iran.

Haley mengatakan rudal balistik itu tipe Qiam jarak pendek, dan menunjuk pada katup rudal yang menurutnya bisa menjadi bukti asal-usul rudal itu. Rudal Qiam-1 merupakan modifikasi dari rancangan rudal Scud.

"Pengungkapan hari ini kembali membuktikan bahwa bahaya kehadiran Iran di Timur Tengah makin meningkat terlepas dari upaya-upaya mereka untuk menipu dunia," bunyi pernyataan Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon.

"Ancaman rudal-rudal Iran meluas dari Teluk Persia melintasi Yaman, Suriah, dan bergerak menuju Lebanon dan Gaza."

Laporan dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebutkan bahwa para pejabatnya masih menganalisis informasi tersebut.

Tim para pakar PBB yang memeriksa rudal itu dalam kunjungan ke Riyadh bulan lalu menemukan dugaan kaitan dengan produsen asal Iran, Shahid Bagheri Industrial Group, yang masuk daftar hitam PBB dan masih terkena sanksi.

Para pakar tersebut menemukan sebuah komponen yang memiliki logo mirip dengan punya perusahaan tersebut, yang merupakan anak usaha Iranian Aerospace Industries Organization.

Dalam laporannya, Guterres mengatakan para pejabatnya telah melihat logo itu namun mereka masih menganalisis informasi.




Sumber: AFP
ARTIKEL TERKAIT