Turki Berencana Buka Kedutaan di Yerusalem Timur

Recep Tayyip Erdogan. (AFP Photo/islam yakut)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Senin, 18 Desember 2017 | 02:39 WIB

Ankara - Presiden Turki Tayyip Erdogan mengungkapkan rencana untuk membuka kedutaan di Yerusalem Timur, Minggu (17/12), hanya beberapa hari setelah dia memimpin konferensi tingkat tinggi antar para pemimpin Muslim untuk menyerukan agar dunia mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Dalam sebuah pidato di Partai AK yang dipimpinnya, Erdogan mengatakan bahwa konsulat jenderal Turki di Yerusalem sudah diwakili seorang duta besar.

“Insya Allah, hari akan berakhir ketika secara resmi dengan izin Allah kita akan membuka kedutaan di sana,” kata Erdogan.

Belum jelas bagaimana dia akan melaksanakan rencana tersebut, karena saat ini Israel masih menguasai seluruh wilayah Yerusalem dan menyebut kota itu sebagai ibu kota.

Di pihak lain, Palestina menuntut Yerusalem sebagai ibu kotanya kalau sudah memiliki negara sendiri nantinya. Israel merebut Yerusalem Timur dalam perang 1967 dan kemudian mencaploknya meski tidak mendapat pengakuan internasional hingga sekarang.

KTT negara-negara Muslim yang digelar di Turki merupakan respons atas keputusan Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember lalu untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Langkah Trump itu mengakhiri puluhan tahun kebijakan luar negeri AS dan konsensus internasional bahwa status Yerusalem harus dipecahkan berdua lewat perundingan damai Israel-Palestina.

Sampai saat ini kedutaan-kedutaan asing untuk Israel termasuk milik Turki ditempatkan di Tel Aviv yang mencerminkan belum tuntasnya status kepemilikan Yerusalem.




Sumber: Reuters
ARTIKEL TERKAIT