Ilustrasi pelecehan seksual
Ketika sedang mabuk.

Sembilan lelaki dinyatakan bersalah karena terbukti melakukan eksploitasi seks terhadap perempuan hingga dapat digilir sampai 20 lelaki setiap malam.

Ada lima perempuan di bawah umur yang digilir oleh Kabir Hassan, Abdul Aziz, Abdul Rauf, Muhammad Sajid, Adil Khan, Abdul Qayyum, Muhammad Amin, Hamid Safi dan seorang lelaki berusia 59 tahun yang tidak bisa disebutkan namanya karena alasan hukum.

Sidang tersebut berlangsung selama 10 minggu di pengadilan Liverpool Crown dan menjerat para lelaki yang kebanyakan dari Pakistan tersebut (satu dari Afganistan, Safi) dengan hukuman berat lantaran telah menggunakan anak di bawah umur sebagai korban.

Para juri yang hadir mendengarkan pengakuan para terdakwa yang tinggal di Rochdale dan Manchaster. Para korban, sebagian masih berusia 13 tahun diberi makanan, minuman dan dicekoki obat-obatan yang dapat membuat mereka hilang kendali sehingga melakukan hubungan seks.

Sebagai informasi, satu dari perempuan berusia 13 tahun tersebut sempat didapati hamil namun digugurkan.

Korban lainnya mengaku diperkosa oleh dua lelaki ketika mabuk. Pengadilan juga mendengarkan bukti bahwa beberapa anak perempuan dipaksa untuk berhubungan seks dengan beberapa lelaki hidung belang dalam satu hari, beberapa hari dalam seminggu. Kejadian tersebut berlangsung di Rochdale dari tahun 2008 sampai 2009.

Pihak berwajib juga memberikan bukti pengakuan dari satu korban yang dipaksa berhubungan seks dengan 20 orang lelaki dalam satu malam ketika sedang mabuk. Cerita tersebut didapat bukan dari korban, melainkan dari temannya yang mengingat dan menghitung lelaki yang berhubungan badan dengan temannya itu.

Para gadis itu diberikan alkohol dan obat yang mereka tidak ketahui dan membuat kehilangan kontrol. Imbasnya, mereka juga tidak mengetahui apakah mereka berhubungan intim, dengan siapa mereka melakukannya?

Salah satu korban saat ini tengah menjalani perawatan dan pemulihan dari ketergantungan obat dan alkohol.

Pengadilan yang dipimpin Hakim Gerald Clifton menunda putusan hukuman sampai besok, setelah mendengarkan bukti-bukti lainnya.

Penulis: