Tema Pertemuan Dua Korea Mungkin Akan Meluas

Tema Pertemuan Dua Korea Mungkin Akan Meluas
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un (kedua kanan) melihat perangkat logam di lokasi yang tidak diketahui. Korea Utara telah mengembangkan bom hidrogen yang dapat dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua. ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 9 Januari 2018 | 17:52 WIB

Seoul - Para pejabat Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) akan melakukan pertemuan tingkat tinggi pertama setelah lebih dari dua tahun pada Selasa (9/1) pukul 10.00 waktu Seoul.

Pertemuan yang digelar di perbatasan bersama itu akan membicarakan partisipasi Korut dalam Olimpiade Musim Dingin bulan depan di resor pegunungan Pyeongchang, Korsel.

Meski berfokus pada Olimpiade, perundingan bisa saja meluas kepada dialog untuk meningkatkan hubungan dua Korea tersebut. Kedua negara menyepakati gencatan senjata yang tidak mudah sejak akhir Perang Korea, memutuskan hubungan yang tersisa pada awal 2016 setelah penutupan sebuah kompleks industri bersama di desa perbatasan Kaesong, Korut.

Masing-masing pihak saat ini tampak bersemangat untuk membuat kesepakatan yang memungkinkan Korut mengirimkan delegasinya ke Olimpiade.

“Kami akan mendengarkan apa yang akan dikatakan Korut. Kami akan berupaya untuk memungkinkan Korut ambil bagian dalam acara itu,” kata Menteri Unifikasi Korsel Cho Myoung-gyon, selaku tuan rumah Olimpiade, Senin (8/1).

Dua atlet sepatu luncur dari Korut awalnya memenuhi syarat untuk mengikuti Olimpiade itu, tapi mereka melewatkan tenggat waktu untuk bersaing. Partisipasi mereka saat ini tergantung izin dari Komite Olimpiade Internasional, kemungkinan atas permintaan Seoul.

Belum diketahui apakah Korut akan mengirimkan para pejabat pemerintah ke Korsel untuk menghadiri pertandingan itu yang akan digelar 9-25 Februari 2018. Sementara, Paralympic Musim Dingin baru akan dimulai Maret 2018.

Pembicaraan dua Korea akan dilakukan di dalam bangunan diplomatik di Panmunjom, satu pos perbatasan di dalam Zona Demiliterisasi, wilayah penyangga sepanjang 160 mil yang memisahkan kedua negara. Lingkup awal pembicaraan memang terbatas pada Olimpiade, namun para pejabat Korsel mengungkapkan harapan bahwa pertemuan ini akan mengurangi ketegangan di semenanjung terkait program senjata nuklir dan rudal balistik Korut.

Pertemuan para pejabat dua Korea juga berpotensi membahas kerja sama lebih luas untuk isu-isu lain. Salah satunya, penyatuan kembali keluarga yang masih terpisah karena Perang Korea (reunifikasi). Korsel sudah mengajukan pembicaraan reunifikasi pada Juli lalu, tapi Korut tidak pernah memberi tanggapan.



Sumber: Suara Pembaruan