Dituduh Menghasut, Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Ditangkap

Dituduh Menghasut, Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Ditangkap
Mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ( Foto: The Telegraph )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 9 Januari 2018 | 17:57 WIB

Teheran - Mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ditangkap aparat karena dianggap menghasut kekerasan. Seperti dilaporkan situs nypost.com, Senin (7/1), pria yang berusia 61 tahun itu menjalani tahanan rumah atas perintah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut surat kabar Al-Quds Al-Arabi yang berbasis di London, Ahmadinejad ditangkap karena komentar yang dibuatnya saat demonstrasi 28 Desember di kota Bushehr, Iran barat.

"Beberapa pemimpin saat ini hidup terlepas dari masalah dan keprihatinan masyarakat, dan tidak tahu apapun tentang realitas masyarakat," sindir Ahmadinejad, menurut laporan tersebut.

Ahmadinejad juga menuduh pemerintah Iran telah"salah urus". Pria yang menjabat presiden periode 2005 dan 2015 itu mengkritik Rouhani karena menyakini bahwa para pejabat Iran yang memiliki tanah dan masyarakatnya adalah masyarakat yang tidak tahu apa-apa.

Berita tentang penangkapan Ahmadinejad muncul saat Garda Revolusi menyatakan bahwa demonstrasi tersebut telah berakhir dan menyalahkan kekerasan di Amerika Serikat (AS), Inggris dan Israel.

"Orang-orang revolusioner Iran, bersama dengan puluhan ribu pasukan Basij, polisi dan Kementerian Intelijen, telah memutuskan rantai [kerusuhan]," bunyi pernyataan Garda.

Demonstrasi tersebut dimulai pada minggu terakhir Desember terkait kenaikan harga pangan dan akhirnya berubah menjadi demonstrasi melawan ulama yang berkuasa. Unjuk rasa juga dipicu dari kurangnya dukungan pemerintah untuk kelas pekerja Iran.

Ketidakpuasan tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh negeri dan menyebabkan kematian sedikitnya 22 orang dan penangkapan ribuan orang. Pihak oposisi bahkan menyebut korban tewas mencapai 50 orang. Protes tersebut merupakan yang terbesar di Iran sejak 2009 ketika banyak orang menantang pemilihan kembali Ahmadinejad, karena meyakini telah dicurangi.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE