Saat Demontrasi, 3.700 Warga Iran Ditangkap

Warga Iran melakukan aksi demonstrasi ro-pemerintah dekat Masjid Raya Imam Khomeini di Teheran, 30 Desember 2017. Ini merupakan aksi tandingan atas protes yang merebak di berbagai wilayah menentang pemerintah. (AFP)

Oleh: Unggul Wirawan / WIR | Rabu, 10 Januari 2018 | 17:10 WIB

Teheran - Sekitar 3.700 orang ditangkap saat demonstrasi di sejumlah kota, di Iran. Seperti dilaporkan Time.com, Selasa (9/1), anggota parlemen Teheran, Mahmoud Sadeghi mengumumkan jumlah penangkapan resmi ini lebih tinggi dari yang diumumkan kantor berita ICANA yang dikelola negara pada Selasa.

Menurut Sadeghi, pasukan keamanan dan intelijen masing-masing menahan demonstran yang berbeda. Penahanan yang dilakukan dua lembaga itu menyebabkan jumlah tahanan sulit untuk diketahui.

Sebelumnya, sekitar 1.000 orang dilaporkan telah ditangkap sepanjang hampir satu minggu demonstrasi yang dimulai pada Desember. Kekerasan pecah di beberapa demonstrasi, menyebabkan setidaknya 22 orang tewas.

Kerusuhan tersebut menyebar ke lebih dari 80 kota dan pedesaan akhir bulan lalu. Ribuan orang muda dan kelas pekerja Iran menyuarakan kemarahan pada korupsi, pengangguran, dan kesenjangan yang mendalam antara kaya dan miskin, dalam demonstrasi anti-pemerintah terbesar sejak 2009.

Lebih jauh, Sadeghi juga mengkhawatirkan kerusuhan tahun 2009 berulang setelah seorang demonstran berusia 22 tahun telah meninggal dalam tahanan. Pemuda yang diidentifikasi bernama Sina Ghanbari, disebut melakukan bunuh diri. Anggota parlemen lainnya, Tayyebe Siavashi, mengatakan Ghanbari telah ditangkap di Teheran.

Rincian insiden tersebut tidak segera jelas, namun diperkirakan merupakan kematian pertama seorang pemrotes dalam tahanan akibat demonstrasi yang melanda negara Iran. Sadeghi telah menyerukan penyelidikan atas kematian Ghanbari, dan memperingatkan pihak berwenang untuk tidak melakukan pelanggaran seperti yang terjadi setelah demonstrasi tahun 2009.

Hadi Ghaemi, direktur eksekutif Pusat Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di New York, menilai apapun penyebab kematian Ghanbari, kasus itu mencerminkan kondisi buruk di dalam penjara.

"Penjaga penjara dan pihak berwenang bertanggung jawab atas kehidupan tahanan saat berada dalam tahanan, dan sangat prihatin untuk mendengar bahwa pemerintah Iran sekali lagi telah gagal untuk melindungi kehidupan," kata Ghaemi kepada VOA.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT