Donald Trump Janji Lindungi Imigran Anak

Angkatan Laut Italia selematkan migran asal Afrika. (AFP/AFP)

Oleh: Jeanny Aipassa / WIR | Rabu, 10 Januari 2018 | 17:20 WIB

Washington -Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan melindungi imigran anak yang terancam deportasi akan penerapan undang-undang imigrasi yang baru. Pada Selasa (9/1), Trump menyatakan siap menandatangani undang-undang apa pun untuk melindungi ratusan imigran anak.

Dalam pertemuan di Gedung Putih, Trump mengatakan reformasi imigrasi yang komprehensif dapat ditangani nanti. Namun dia masih percaya bahwa satu tembok harus dibangun di sepanjang setidaknya sebagian dari perbatasan AS – Meksiko sejauh 3.200 kilometer, namun dia sepertinya mengalah dari tuntutan sebelumnya agar segera didanai.

"Ketika kelompok ini kembali dengan sebuah kesepakatan, saya menandatanganinya," janji Trump

Sekitar 200.000 imigran asal El Salvador yang mendapat perlindungan khusus di AS, terancam dideportasi ke negara asal mereka. Pada Senin (8/1), Presiden AS Donald Trump mengeluarkan keputusan untuk mengakhiri perlindungan khusus bagi imigran asal El Salvador.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kirstjen Nielsen, mengatakan warga El Salvador akan mendapat status perlindungan sementara sampai 9 September 2019. Setelah tenggat waktu tersebut, mereka akan dipersilahkan meninggalkan AS atau akan menghadapi deportasi.

Nielsen menegaskan bahwa keputusan itu didasarkan pada kondisi El Salvador yang telah kembali pulih dari ancaman perang sipil dan bencana gempa bumi. Negara tersebut telah menerima bantuan internasional yang signifikan untuk pembangunan rumah-rumah, sekolah dan rumah sakit.

"Gangguan substansial kondisi kehidupan yang disebabkan oleh gempa sudah tidak ada lagi,” kata Nielsen melalui pernyataan yang diumumkan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

El Savador menjadi negara keempat yang kehilangan perlindungan khusus di AS, sejak Presiden Trump menjabat. Melalui program tersebut, AS memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga yang negaranya terkena bencana alam, perang saudara atau perselisihan lainnya.

Keputusan Trump tersebut memicu kekhawatiran imigran El Savador yang sudah menetap di AS sejak awal 1980-an. Sejumlah keluarga terancam kehilangan ayah atau ibu mereka yang berasal dari El Savador dan belum memiliki kewarganegaraan AS.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT