Donald Trump Tolak Resmikan Kedubes AS di London

Donald Trump Tolak Resmikan Kedubes AS di London
Donald Trump Didesak Mundur Atas Tuduhan Pelecahan Seksual ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 13 Januari 2018 | 17:56 WIB

London - Lewat akun Twitter, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak akan berkunjung ke London, Inggris untuk meresmikan kedutaan besar AS yang baru. Tetapi pada Jumat (12/1), mayoritas warga London memiliki alasan sendiri saat mengetahui kabar itu. Mereka meyakini Trump gugup soal rencana aksi demonstrasi yang akan menyambutnya.

Dalam “kicauan” yang dikirim pada jam 5 pagi waktu London, Trump mengatakan bahwa dia membatalkan kunjungan ke ibu kota Inggris karena dia "bukan penggemar berat" dari kesepakatan properti yang seolah AS menjual kedutaan besarnya.

Gedung kedutaan dulu berada di salah satu daerah paling mewah di London, dan kini pindah ke gedung baru yang mengilap di London selatan. Namun Trump menyebutnya sebagai daerah pinggiran.

"Alasan saya membatalkan perjalanan ke London adalah saya bukan penggemar berat pemerintahan Obama yang telah menjual kedutaan terbaik dan sempurna di London untuk ‘recehan’, hanya untuk membangun yang baru di lokasi 1,2 miliar dolar. Kesepakatan buruk. Ingin saya memotong pita peresmian? NO," kicaunya.

Tudingan Trump sungguh salah alamat. Sebenarnya, relokasi kedubes AS itu adalah gagasan pemerintahan George W. Bush. Presiden Bush yang memutuskan lebih dari satu dekade yang lalu untuk memindahkan kedutaan saat memperhitungkan keamanan lokasi diplomatik AS di seluruh dunia.

Keputusan memindahkan kedutaan dari Grosvenor Square ke Nine Elms dibuat pada 2008 di bawah Presiden George W. Bush, dan bukan Obama.

"Kami melihat semua pilihan kami, termasuk renovasi gedung kami saat ini di Lapangan Grosvenor. Pada akhirnya, kami menyadari bahwa tujuan kedutaan yang modern, aman dan ramah lingkungan hanya dapat dipenuhi dengan membangun fasilitas baru," kata Duta Besar Robert Tuttle, saat itu.



Sumber: Suara Pembaruan