Penutupan Operasional AS Memasuki Hari Kedua

Penutupan Operasional AS Memasuki Hari Kedua
Senator Chuck Schumer. ( Foto: AFP )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Minggu, 21 Januari 2018 | 15:51 WIB

Washington - Shutdown atau penutupan sementara operasional pemerintah Amerika Serikat berlanjut memasuki hari kedua, Minggu (21/1) karena para senator kembali gagal menemui kesepakatan mengenai anggaran pada Sabtu malam waktu setempat.

Jika para senator kembali gagal menemui titik temu hari ini, Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan akan ada pemungutan suara pada pukul 01.00 Minggu dini hari.

Buntut dari ditutupnya sebagian fungsi pemerintahan AS ini, kedua belah pihak -Republik dan Demokrat- saling melempar kesalahan sementara pelayanan publik AS terkatung-katung. Salah satu dampak shutdown adalah ditutupnya obyek wisata Patung Liberty.

"Bernegosiasi dengan Presiden Trump ibarat negosiasi dengan jello (alot). Oleh karena itu, shutdown ini disebut dengan Shutdown Trump," kata pimpinan Demokrat Chuck Schumer, Sabtu (20/1).

Demokrat menyalahkan Republikan yang tidak piawai dalam berpolitik. "Bagaimana bisa presiden dari Partai Republik, dan memiliki dukungan partai mayoritas di DPR dan Senat tetapi tidak bisa menciptakan jalur untuk menjalankan pemerintahan?" kata Nita Lowey, anggota DPR Demokrat dari New York.

Penyebab shutdown adalah buntunya pembahasan mengenai anggaran dan program pemerintah. Schumer mengatakan Republik menawarkan perlindungan untuk 800.000 imigran anak ilegal (dreamers) dari deportasi atau yang biasa disebut undang-undang Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) untuk ditukar dengan persetujuan anggaran pembangunan tembok perbatasan yang diusulkan Republik. Schumer mengatakan dia enggan menyetujui usulan Republikan tersebut, tetapi, dia akan tetap berjuang supaya negosiasi menemui kejelasan.

Presiden Trump, melalui akun Twitternya, mengatakan Demokrat mengutamakan isu imigran di atas kepentingan nasional seperti militer dan keamanan perbatasan, sehingga Republik dan Demokrat tidak bisa mencapai titik temu.

"Setahun pemerintahan saya dan ini adalah kado yang indah dari Demokrat," sindir Trump.

Shutdown diperkirakan merugikan pemerintahan AS US$ 38 juta per jam. Sementara itu, sekitar 45.500 pegawai Direktorat Pajak AS (IRS) akan dirumahkan, sekitar 80.000 karyawan Departemen Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan (HHS) juga akan dirumahkan. Pelayanan Kementerian Luar Negeri seperti paspor dan visa tetap berjalan, begitu juga dengan sebagian besar dari 115.000 karyawan Departemen Kehakiman yang bertanggung jawab menjaga keamanan nasional dan keselamatan akan tetap bekerja.



Sumber: ABC News
CLOSE